Cabe Kering Asal China Banjiri Pasar, Mendag: "Legal, boleh, enggak masalah"




Cabai kering dari China membanjiri pasar tradisional di Jakarta. Misalnya di Pasar Jatinegara. Menanggapi ini, pemerintah menegaskan hanya mengatur larangan impor cabai segar, di luar itu dibebaskan atau tidak dilarang.

"Seperti daftar negative list yang dilarang cabai segar dan dibatasi, yang disebutkan di luar itu diatur bebas. Itu ada di Permendag nomor 13 tentang ketentuan umum tentang impor ada yang dilarang, dibatasi dan dibebaskan," ujar Oke, dalam acara diskusi tentang daging impor di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (24/2/2017).

Ia mengatakan telah menerjunkan tim ke salah satu pasar di Tulungagung untuk memeriksa laporan peredaran cabai impor. Hasilnya cabai tersebut adalah cabai kering sehingga dianggap tidak masalah oleh pemerintah.

Sebab, warga banyak yang menyukai cabai segar ketimbang kering, sehingga kalah bersaing dengan cabai segar lokal.

"Saya sudah menugaskan ke Tulungagung, ternyata yang beredar itu adalah cabai kering. Kalau cabai keringkan bukan ilegal, legal dong. Silahkan saja, karena masyarakat kita enggak senang cabai kering," ujarnya.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui dari mana cabai kering itu berasal. Ia memastikan impor cabai kering tidak masalah.

"Saya enggak tahu cabai kering yang beredar dari mana itu. Tapi intinya sudah dipastikan itu cabai kering. Legal, boleh, kalau cabai kering mah enggak masalah," ujarnya. (detik)

Tidak ada komentar