Jaja Miharja: Gue Sakit Hati Kiyai Gue Diginiin, Orang Betawi Kagak Usah Pilih Ahok


[caption id="attachment_11246" align="aligncenter" width="681"] Jaja Miharja[/caption]

Jaja Mihardja, ikut menyambangi kantor MUI bersama GNPF MUI beserta ormas Islam lainnya pada Jumat (3/2/2017).

Ia mengatakan, kehadirannya ke MUI ini sebagai bentuk keprihatinan atas perlakuan terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin pada sidang Selasa lalu.

“Iya ayah kan orang Islam turut prihatin dong. Kalau sekarang ini soal pilkada harus dijaga hati-hati,” kata Seniman senior itu di Gedung MUI, Cikini, Jakarta Pusat, dilansir Okezone.

“Jadi kasarnya ini, kalau gua boleh ngomong. Gua sakit hati kalau kiai gua diginiin,” tegas dia.

Jaja mengungkapkan, dalam pertemuan GNPF MUI dengan pimpinan MUI tadi telah disepakati bahwa Ahok harus diproses hukum.

“Dia yang ngajarin gua ngaji kok, ngarti gak. Nah tadi hasil pertemuan silahturahmi dia (Ahok) mesti diproses,” ungkapnya.

Sebagai tokoh betawi, ia merekomendasikan agar warga DKI tidak usah pilih Ahok dalam Pilgub DKI 15 Februari 2017 mendatang.

“Saya sebagai orang betawi, orang paling tua di betawi, mewakili betawi deh gak usah nusuk die (coblos Ahok),” tutup Jaja.

Dalam sidang Selasa lalu, Ahok mempersoalkan kesaksian Ma’ruf yang dianggapnya tidak obyektif dan memojokkan dirinya.

Ahok juga menilai Rais Aam PBNU itu memiliki kedekatan dengan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang merupakan lawan politiknya dalam pilkada 2017.

Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur ini beserta tim kuasa hukumnya mengaku memiliki bukti komunikasi antara Ma’ruf dan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, pada Oktober lalu. Atas hal ini, ia berencana akan memperkarakan Ma’ruf ke ranah hukum.

Kendati demikian, ‎langkah hukum yang akan ditempuh Ahok kepada Ma’ruf terhenti setelah warga Nahdliyin, Muhammadiyah beserta umat Islam lainnya mengecam perlakuan mantan pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Ibu Kota ini.

Akhirnya, Ahok meminta maaf kepada Ma’ruf dan meralat pernyataannya bahwa dirinya tak bermaksud demikian. Ia juga tak bermaksud melaporkan Ma’ruf ke ranah hukum. Namun permohonan maaf itu belum dilakukannya secara langsung.(pn)

Tidak ada komentar