Kejaksaan Kalap. Siapkan 'Peluru' Terakhir untuk Jatuhkan Dahlan Iskan




Apa yang diucapkan Dahlan Iskan tentang dirinya yang sedang diincar penguasa seperti ada benarnya. Buktinya, mantan Menteri BUMN itu kembali harus berhadapan dengan proses hukum.

Seperti diketahui, Dahlan Iskan setidaknya harus menghadapi berondongan amunisi kejaksaan. Sepak terjangnya ketika menjabat sebagai menteri, dijadikan bahan yang seolah-olah dicari-cari kesalahannya.

Yang pertama, Dahlan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi pengadaan proyek pembangunan 21 gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara Barat senilai Rp 1,063 triliun periode tahun 2011-2013 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kedua, Dahlan ditetapkan tersangka dugaan korupsi penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), sebuah BUMD milik Pemprov Jawa Timur oleh Kejati Jatim.

Saat mengetahui bahwa dakwaannya akan meleset, Kejaksaan Agung kembali memasukkan nama Dahlan Iskan dalam radar pihak yang bertanggung jawab atas kasus dugaan korupsi mobil listrik yang merugikan negara Rp 17,1 miliar.

Alasannya, posisi Dahlan saat saat itu sebagai menteri BUMN memperkenalkan tiga BUMN yakni PT. BRI, PT. Perusahaan Gas Negara, dan PT. Pertamina kepada terdakwa Dasep Ahmadi pada 2013.

Jaksa Agung bergeming. Kasus dugaan korupsi mobil listrik dilanjutkan. Jaksa Agung menuding Dahlan mencoba mempengaruhi opini publik saat ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jatim.

"Dia sakit-sakitan terus katanya. Bahkan begitu pandainya membentuk opini ketika ditaruh sementara di Medaeng, dia menyebar foto-fotonya tidur di lantai. Untuk apa tidur di lantai dia pakai sarung," kata Jaksa Agung.

Setelah menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka, Prasetyo mengaku dihujani pertanyaan dari sejumlah pihak. Pernyataan itu sekaligus menudingnya mencari-cari kesalahan Dahlan Iskan. Dia langsung membantahnya. Dia berlindung di balik penegakan hukum.

"Tidak ada yang mencari-cari di sini tapi kebenaran harus ditegakkan. Biar besok langit akan runtuh sekalipun, penjahat terakhir hari ini harus diproses. Itu prinsip," tegas politikus Partai Nasdem ini.

"Jadi tidak ada tendensi sama sekali untuk mencari-cari, merekayasa, apalagi memaksakan kehendak," sambungnya.

Prasetyo juga membantah tudingan bahwa penguasa sedang membidik Dahlan Iskan. Menurut dia, Dahlan Iskan memang melakukan kesalahan dalam beberapa kasus.

"Tidak ada pihak-pihak yang berkuasa mau menyengsarakan dia. Hanya masalahnya sekarang bagaimanapun opini dibentuk, seolah-olah kesannya jujur, baik, sederhana, tulus. Kita lihat nanti faktanya seperti apa," tegasnya.

Dahlan Iskan tak mau kalah. Dia angkat bicara terkait penetapannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, terkait dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil listrik yang digunakan pada KTT APEC tahun 2013. Dahlan menyindir Jaksa Agung Prasetyo.

"Kemungkinan ingin mendapatkan hadiah Muri, karena bisa menjadikan sosok Dahlan Iskan seorang mantan menteri BUMN, dan tokoh pers Indonesia sebanyak tiga kali menjadi tersangka," kata Dahlan Iskan di sela sidang PT PWI di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (3/2).

Dahlan menilai, penetapan dirinya sebanyak tiga kali sebagai tersangka tidak kaitannya dengan dengan suap, sogok menyogok, aliran dana, pemberian uang maupun korupsi.

"Beliau (Jaksa Agung) itu mungkin menilai, jadi saya ini dianggap tersangka baik, sampai menetapkan tiga kali sebagai tersangka untuk dapat penghargaan dari Muri," sindirnya.

Tidak ada komentar