Nyelekit: "Maaf, Presiden kami idiot. Kami tidak memilihnya..."




Karena tingkah laku presidennya yang tidak masuk akal, bisa jadi lebih dari setengah publik Amerika Serikat sedang melakukan ini: meminta maaf habis-habisan kepada negara-negara lain.

Karena, belum genap dua pekan menjabat, ada saja ulah atau kebijakannya yang bikin geram. Termasuk yang paling heboh: travel ban terhadap sejumlah negara muslim.

Karenanya, mereka seperti sedang melakukan cara untuk meminta maaf atas tingakh laku Donald Trump itu. Termasuk yang dilakukan oleh sebuah pabrik khusus cucian. .

Perusahaan kecil milik Tom Bihn itu menyelipkan permohonan maaf lewat label instruksi mencuci yang kecil mungil di balik baju. Supaya lebih tersamar, ujaran itu ditulis dalam bahasa Prancis.

Sekilas, tag tersebut hanya berisi instruksi mencuci. Tapi, jika diperhatikan, bagian paling bawah tertulis “Nous sommes desoles que notre president soit un idiot”.

Lalu, di bawahnya lagi tertulis “Nous n’avons pas vote pour lui”. Jika diterjemahkan, artinya adalah “Maafkan, presiden kami seorang idiot. Kami tidak memilihnya”.

Perusahaan yang berbasis di Port Angeles, Washington, itu menyatakan, label cuci tersebut dibuat pada 2004. Yakni saat George W. Bush terpilih menjadi presiden.

“Kami pakai bahasa Prancis karena produknya dipasarkan di Kanada yang punya dua bahasa resmi,” tegas mereka sebagaimana dikutip Huffington Post. Jadi, bukan murni buat Trump!

Bihn menjelaskan, keterangan itu sebenarnya bukan ejekan. Dia bersikeras ungkapan itu tidak perlu dipermasalahkan.

“Orang-orang di sana (seluruh dunia, Red) juga mikir, beberapa presiden adalah idiot. Jadi, kalimat-kalimat itu adalah sebuah pesan universal,” tegas Bihn.

Eh, eh, ada yang mau bikin pesan tersembunyi serupa? Tentang mantan yang susah move on misalnya…

(sumber)

Tidak ada komentar