Pasar Diserbu Sapi Impor, RPH Pasrah!


Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur mengetahui adanya sapi impor yang masuk ke pasar. Hal ini membuat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) tidak bisa berbuat apa-apa.

Apalahi, harga daging sapi impor yang dijual di pasaran cukup murah. Konsumen yang membeli untuk mengonsumsi saja, lebih memilih daging impor.

Hal ini membuat jumlah sapi yang dipotong di RPH menurun. Dimana rata-ratanya sehari mencapai 125 ekor saja. ’’Bahkan, tidak jarang 120 ekor per hari,’’ ungkapnya.

Menurut Ketua PPSDS Jatim Muthowif, ketika jumlah sapi yang dipotong tiap hari terus menurun, RPH tidak bisa berbuat banyak. “RPH tidak paham kondisi dan alur distribusi sapi siap potong menjadi daging,” tukasnya.

Karena itu, Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim meminta supaya ada peningkatan kerja sama antara peternak, pedagang, dan pengelola RPH.

Disebutkan Muthowif, harga karkas (daging dan tulang potong tanpa kepala, kaki, dan jeroan) naik menjadi Rp 86.000–Rp 87.000 per kg. Kemudian, harga daging lepas tulang berada di kisaran Rp 90.000–Rp 91.000 per kg sesuai dengan kualitasnya.

Sementara itu, harga daging kualitas standar di pasar tradisional mencapai Rp 110.000 per kg. “Sejauh ini harga masih stabil tinggi,” kata Muthowif, Minggu (26/2).

Berdasar informasi yang diperoleh PPSDS Jatim, ada sapi impor siap potong yang masuk ke Jatim. “Walaupun ada sapi impor, belum bisa menurunkan harga,” imbuh Muthowif.

Bukan hanya itu, di pasaran juga dijumpai daging beku impor. Misalnya, daging dari Australia seharga Rp 80.000–Rp 85.000 per kg. Selanjutnya, harga daging dari India lebih murah, yakni Rp 70.000–Rp 75.000 per kg.

’’Masuknya daging beku impor tersebut membuat permintaan cenderung turun,’’ jelasnya. (res/c22/sof/JPNN)

Tidak ada komentar