Pisang Sudah Tegang Lihat Body Mulus, Diajak ke Kamar, Ternyata...


[caption id="attachment_11412" align="aligncenter" width="500"] Ilustrasi[/caption]

Aksi pemerasan dengan modus mengumpan wanita nakal sebagai jebakan kembali terjadi. Kali ini korbannya Adheteo Trijaspian, 19, seorang mahasiswa asal Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Tim Buser Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Bengkulu telah menangkap seorang tersangka berinisial Pr, 19, Selasa (7/2).

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu, Kombes Polisi A Rafik menerangkan, Pr bersama seorang rekannya Rk (masih buron) diduga sengaja menggunakan peran seorang wanita, sebut saja Bunga, 19, sebagai umpan.

Bunga dijadikan umpan untuk merayu korban. Begitu Adheteo termakan jebakan. Kemudian mereka “ngamar” di sebuah hotel di kawasan Pantai Panjang, Senin malam (6/2).

Pr dan Rk menjalankan perannya. Mereka sudah mendesain untuk merekam adegan dalam kamar yang dilakukan korban dan Bunga.

Mengaku sebagai seorang anggota intelkam Polda Bengkulu, Pr dan Rk menggerebek kamar yang dihuni korban dan Bunga. Ketika itu Pr langsung menegaskan akan memproses hukum perbuatan korban yang sudah terekam video.

Bila tidak ingin diproses, Pr memberikan penawaran uang damai Rp 5 juta. Karena ketakutan, korban memenuhi permintaan tersebut.

Namun beruntung korban cepat melapor. Ketika akan menyerahkan uang, Selasa lalu, polisi berhasil menangkap Pr. Sayangnya rekannya, Kr, kabur.

“Ketika mendapat laporan korban, anggota langsung melakukan penyelidikan. Saat korban mau menyerahkan uang, anggota menangkap tersangka,” ujar Rafik.

Sementara dalam kasus ini Bunga berdalih terlibat dalam konspirasi pemerasan tersebut. Bunga juga melaporkan Adheteo atas tuduhan pemerkosaan.

“Kita sudah menahan satu tersangka. Untuk si perempuan masih berstatus saksi. Sementara untuk laporan polisi yang dibuat si perempuan sah-sah saja.”

“Nanti akan kami buktikan. Tapi dari penyelidikan sementara, perbuatan itu dilakukan atas suka sama suka. Sedangkan terindikasi kuat si perempuan dan tersangka sudah bersekongkol untuk menjebak korban,” jelas Rafik.(jpnn)

Tidak ada komentar