Rencana Pertemuan Raja Salman dengan Habib Rizieq, Ini Penjelasannya




Raja Arab, Salman Abdul Aziz Al Saud dikabarkan akan bertemu pimpinan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq secara tertutup di Pulau Bali.
Hal ini diungkap oleh kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kapitra Ampera, Jumat (24/2/2016).
Kendati belum dapat kabar pastinya, namun dia sudah dihubungi langsung oleh protokoler Pemerintahan Arab Saudi secara langsung untuk bertemu Raja Salaman.
Kapitra malah mengklaim dia yang akan bertemu dengan Raja Salman, karena kata dia protokoler Raja Arab ada menghubungi dia.
“Kalau rencana Raja Arab bertemu Habib Rizieq belum tahu,” kata Kapitra Ampera seperti yang dilansir Jitunews.com.

Raja Salman (dok)
“Malah saya nih yang rencananya bakal ketemu raja Arab. Jadi, belum lama saya dihubungi bagian protokoler Pangeran Arab Saudi. Katanya Raja mau bertemu dengan saya empat mata. Kalau benar ya bagus sekali,” katanya.
Namun dia belum bisa memastikan kapan kiranya pertemuan itu, karena dia hanya diminta untuk kesiapan.
“Saya belum tahu kapan. Baru dinyatakan kesiapan jika nanti diajak silaturahmi dengan raja. Ya saya siap lah. Kan Raja Salman pimpinan umat Islam juga,” kata dia.
Dia bahkan berkata, pertemuan itu hanya bersifat pribadi, bukan dia sebagai kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau ulama.  “Pribadi saja saya,” tukas dia.
Seperti yang diketahui agenda utama kedatangan Raja Salman ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo.
Disamping untuk meningkatkan hubungan diplomatis antara kedua negara, tujuan kedatangan Raja Arab ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara kedua negara.
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dipastikan akan berkunjung ke Indonesia pada 1 – 9 Maret mendatang seperti yang dikutip Tribunnews.
Raja Salman terlebih dahulu akan melakukan kunjungan kenegaraan pada 1 – 3 Maret, dan kemudian dilanjutkan dengan beristirahat di Pulau Dewata, Bali, pada tanggal 4 – 9 Maret mendatang.
Ini adalah kunjungan kepala negara dari Arab paling bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan sebelumnya dilakukan oleh Raja Faisal pada 46 tahun lalu.
Dalam kunjungannya ke Indonesia ini, menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Raja Arab Saudi itu akan membawa rombongan terbesar, sekitar 1500 orang, 10 menteri dan 25 pangeran.
Apa saja harapan Indonesia dibalik kunjungan bersejarah Raja Salman?
Berdasarkan keterangan Seskab, Selasa (21/2/2017) lalu, akan ditandatangani investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Cilacap dengan nilai 6 miliar dollar AS, ketika Raja Salman bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan.
Selain itu, juga akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar 1 miliar dollar AS dan project-project lainnya.
Atas semua kunjungan Raja Salman dan rombongan, Pemerintah Jokowi menargetkan komitmen investasi senilai USD 25 Miliar dolar buat Indonesia.
“Tadi bapak presiden mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan 25 miliar dollar AS,” ujar Pramono.
Terkait kerja sama di sektor energi, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Pertamina (Persero), dalam hal ini tak mau menyia-nyiakan kedatangan Raja Arab ini. (pb)

Tidak ada komentar