Wow... Di Lapas Ini Napi Koruptor Bebas Pelesiran Keluar Masuk Bui


Lapas Sukamiskin klas IA Kota Bandung kembali mendapat sorotan setelah Majalah Tempo menerbitkan laporan investigasi bertajuk 'Pelesir Gelap Pesakitan Sukamiskin', Senin (6/2). Dalam laporan itu disebutkan secara terang-terangan aktivitas para napi koruptor di luar penjara. Mereka masih bisa menghirup udara bebas meski berstatus tahanan.

Dalam laporannya, Tempo menulis aktivitas Anggoro Widjojo, narapidana kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu, di apartemen dan berbelanja. Di situ disebutkan bahwa Anggoro paling sering keluar penjara dengan menggunakan izin berobat. Tidak hanya Anggoro, napi koruptor lain yakni mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan mantan Wali Kota Bogor Rachmat Yasin juga sering terlihat keluar masuk penjara dengan gampangnya.

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Susy Susilawati belum bisa bicara jauh ihwal kebenaran pemberitaan pelesiran para napi koruptor beberapa warga binaan. "Kami tetap lakukan penyelidikan. Tim Inspektorat Jenderal sudah turun langsung," kata Susy saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Bandung, Senin (6/2) siang.

Pihaknya meminta waktu agar tim yang bekerja ini bisa membuktikan kebenaran tentang kabar pelesiran para napi. Dia mengaku harus melakukan penelusuran dan pemeriksaan.

"Kami harus buat pengusutan pada pegawainya. Betul enggak apa yang dituduhkan Tempo tersebut. Bukan mengusut Tempo benar atau tidak, Kalau salah pasti ada tindakan tegas," ujarnya.

"Investigasi sudah berjalan. Tergantung berkembangnya. Tapi tim kami sudah mulai," terangnya menambahkan.

Dia menuturkan, Anggoro sudah dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Anggoro sudah dipindah semalam.

"Ya, malam tadi jam 12.30 WIB, Pak Anggoro dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur. Sambil juga kami cari kebenaran berita tersebut," kata Susy.

Namun dia membantah pemindahan Anggoro terkait pemberitaan investigasi Majalah Tempo. Dia mengatakan, Anggoro memang masuk dalam proyeksi pemindahan tahanan lantaran Sukamiskin sedikit demi sedikit juga menampung kembali narapidana umum. Sebab Sukamiskin juga sudah masuk dalam rencana lapas industri.

"Sebetulnya memang sudah ada masuk daftar dipindahkan. Ini utk membangun lapas industri. Jadi ada (narapidana) pidana umum juga disini," ucapnya.(mc)

Tidak ada komentar