Ya Ampuun... Dibawa Nginap Pacar, Kulit Siswi SMP Memerah Saat Diperiksa Ortunya..




Ucok (14) terpaksa berurusan dengan pihak Satreskrim Polrestabes Medan Unit PPA. Siswa kelas III SMP itu nekat membawa nginap teman sekolahnya, Mawar (14) dan Melati (14) disebuah kos-kosan di Tembung, bersama teman-temannya. Ironisnya, saat diperiksa ditubuh kedua gadis tersebut ditemui bekas memerah dileher dan payudara, Selasa (7/2/2017) sore.

Menurut informasi, terbongkarnya kasus ini bermula ketika Mawar dan Melati yang tinggal di Pancur Batu ini tidak juga pulang sekolah, Rabu (1/2) lalu. Keluarga yang khawatir pun mendatangi sekolah korban. Namun saat dari keterangan pihak sekolah, Mawar dan Melati sudah pulang sekolah.

Pihak keluarga pun sibuk mencari keberadaan anaknya. Setelah 3 hari berlalu, pihak keluarga Mawar baru mengetahui keberadaan keduanya disebuah warung di Kota Medan. Informasi itu didapat setelah 2 pasangan kekasih ini terlantar dan kelaparan di Kota Medan.

Selanjutnya, pelaku Ridwan Cs pun diseret dan ditahan di Mapolrestabes Medan. Setelah 2 hari mendekam ditahanan Polreatabes Medan, kedua siswa SMP itu pun dilepas setelah ada perdamaian.

“3 hari anak kami tidak pulang, dari keterangan kedua anak kami (Mawar dan Melati) pertama selama 2 hari mereka dibawa ke kosan teman pria mereka lalu, keesokan harinya dibawa ke rumah temannya diwilayah Citra Garden,” ujar salah seorang keluarga korban di Mapolrestabes Medan.

Selain itu, keluarga korban yang namanya enggan dikorankan, selama 3 hari mereka sibuk mencari keberadaan anaknya.

“Jadi 3 hari kemudian, ada pemilik warung yang menghubungi mereka yang mengatakan anak kami terlantar dan tak makan ditempatnya, setelah kami dilokasi, terlihat anak kami bersama 2 teman lelakinya. Langsung aja kami lapor ke Satreskrim Polrestabes Medan Unit PPA,” ucapnya.

Keluarga korban menceritakan, bahwa setelah dibawa ke Mako Polrestabes Medan, diketahui anaknya leher dan dada anaknya dipenuhi cupang.

“Sampai di Polrestabes Medan, waktu kami periksa ditubuh anak kami banyak cupang dileher dan didadanya. Langsung kami visum, tapi untunglah hasilnya negatif, anak kami masih perawan,” ceritanya.

Setelah mengetahui hasil visum. Keempat keluarga sepakat berdamai dan tidak melapor, terlebih lagi ada hubungan kekeluargaan.

“Rupanya juga ada hubungan keluarga kami dengan salah seorang pelaku itu,” jelasnya mengakhiri.

Namun sayang, Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Efriyanti yang dikonfirmasi melalui teleponnya tidak membalas konfirmasi wartawan koran ini. (Red)

Tidak ada komentar