Bidan Honorer Dipungli, Kadis Kesehatan Terjaring OTT




Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Asrarul Hayat Nasution SKM MAP (46) ditangkap Tim Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar).

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Saber Pungli terhadap AHS terjadi Kamis (9/3) sekira pukul 20:00 WIB di rumah pribadi tersangka , Jalan Kancil No.6 Kelurahan Pardamean Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu.

“AHS diduga melakukan pengutipan liar dari para bidan PTT yang akan diangkat menjadi calon PNS atau calon Aparatur Sipil Negara (CASN),” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK didampingi Kasat Reskrim AKP M Firdaus SH SIK dan Tim Saber Pungli Sumut, Jumat (10/3), di Polres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat.

Menurut Frido, tersangka pelaku AHS untuk sementara diduga sudah melakukan Pungli terhadap 7 orang bidan PTT yang akan diangkat Kementerian Kesehatan menjadi calon ASN di Pemkab Labuhanbatu.

“Yang nyetor baru 7 orang. OTT dilakukan di rumah pribadi tersangka pelaku setelah menerima uang dari salahseorang bidan PTT. Tersangka pelaku menerima uang dari masing-masing calon ASN secara bertahap. Jumlah uangnya bervariasi, mulai dari 6 juta sampai 7 juta,” papar Frido menyebut tersangka pelakau, AHS akan ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Kapolres menjelaskan modus operandi yang dilakukan tersangka pelaku fengan cara menghubungi para bidan PTT yang sudah lulus ujian dan akan diangkat menjadi calon ASN, lalu meminta uang dengan dalih untuk biaya pengiriman berkas-berkas para calon ASN ke BKN Provinsi Sumatera Utara dan BKN pusat melalui BKD Kabupaten Labuhanbatu.

“Pelaku kemudian menerima uang masing-masing calon ASN secara bertahap dengan bertemu di beberapa tempat, termasuk di tengah jalan maupun di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, lalu uangnya disimpan tersangka pelaku dalam berangkas di rumahnya,” ujarnya.

Tim Saber Pungli ini menyita barang bukti uang 14 ikat pecahan 100.000 dan 50.000 sebesar Rp139.550.000, lembar catatan bertuliskan daftar nama-nama bidan PTT yang bisa dikondisikan, yaknii Leka Handayani, Habibi, Ariana, Afdinawati Harahap, Rifi Hartati, Muslimah, Ita Handayani. Dan yang tidak bisa dikondisikan:, yakni Nurmasita Elma, Hiltrianis, Arita Saputri, Nelsi Piliang dan Evi Wulandari.

Amplop berkop Pemkab Labuhanbatu Dinas Kesehatan dari Salawati istri Jumianto, 4 lembar kartu peserta ujian pengangkatan bidan PTT jadi calon PNS/ASN (ujian 19 Juli 2016) atas nama Nurhasanah, Elpidayani Hasibuan, Desi Andriani Siregar dan Nuraini.

Kemudian, HP merk Samsung warna putih, HP merk Oppo warna putih casing merah muda, surat dari Kementerian Kesehatan No.KP.01/IV/153/2017 tanggal 16 Februari 2017 perihal tindak lanjut dan penyampaian penetapan kebutuhan dan hasil seleksi ASN di Pemda dari PTT Kementerian Kesehatan yang ditujukan kepada gubernur, bupati/walikota, ijazah Akbid Imelda atas nama Ifroh Hayati, buku catatan, 1 pulpen tinta hitam dan tas hitam.

“Tersangka dipersangkakan dengan sengaja menerima gratifikasi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf b Undang-undang tahun 2001 atas perubahan UU nomor 31tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi,” sambung Kasat Reskrim AKP M Firdaus. (mol)

Tidak ada komentar