Buat Onar, Dua Pekerja China Dipulangkan




Manajemen PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI)akan memberikan skors kepada tenaga kerja asing dan lokal, terkait perkelahian antarpekerja di pabrik pemurnian nikel milik perusahaan itu.

Selanjutnya, perusahaan juga akan memulangkan dua pekerja asing asal China pada Minggu (12/3/2017) yang membuat onar. Sedangkan pekerja lokal diskors.

General Manager PT VDNI Rudi Rusmandi mengatakan, semua yang terlibat dalam keributan di lokasi tambang akan mendapatkan sanksi dari perusahaan.

"Berdasarkan pemeriksaan internal kantor, hari ini keputusannya keluar. Totalnya lima orang akan diskors, tinggal tunggu surat putusannya. Dua orang sudah selesai diperiksa dan mengakui kesalahannya, telah melakukan pemukulan dan sudah minta serta membuat pernyataan," kata Rudi melalui telepon, Sabtu (11/3/2017).

Kelima pekerja diskors selama tiga minggu. Jika di antara mereka ada yang masa kontraknya sudah habis, perusahaan tidak akan melakukan perpanjangan kontrak.

"Proses di kepolisian tidak lanjut dan dari pemeriksaan internal kita sudah mengetahui permasalahannya. Tapi ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak makanya harus ada skorsing," kata Rudi.

Sementara itu, Deputi Branch Manager PT VDNI Chairrillah Widjan menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari cekcok antara Irawan, operator alat berat, dan atasannya bernama Wang.

Cekcok terjadi pada 6 Maret 2017 ketika Wang menugasi Irawan untuk meratakan timbunan di bagian Torara. Emosi, pekerja China itu naik pitam dan marah-marah.

"Mr Wang minta Iwan turun dari ekskalatornya hingga mereka terlibat pertengkaran mulut," tutur lelaki yang akrab disapa Nanung itu.

Irawan yang mengakui dipukul melaporkan hal itu ke Manager HRD Ichwansyah. Ichwansyah mengonfirmasikan hal itu dengan meminta keterangan Wang. Ia berencana menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan pada keesokan harinya.

Namun, hari itu juga Irawan melaporkan masalah tersebut ke Polsek Bondoala dan mengaku dipukul oleh Wang.

Keributan berlanjut keesokan harinya. Namun dilerai oleh petugas keamanan dan pengawas di lokasi kejadian. Setelah itu, anggota Polsek Bondoala tiba di lokasi itu.

Empat orang pekerja, baik dari pekerja asaing maupun pekerja lokal diamankan di Mapolsek Bondoala untuk dimintai keterangan soal insiden itu. (kompas)

Tidak ada komentar