Di Kota Ini Guru Ngaji Dapat Gaji Bulanan Lho...


[caption id="attachment_12865" align="aligncenter" width="659"] Ilustrasi guru mengajar mengaji[/caption]

Pemkot Bogor memberi insentif atau gaji kepada 236 guru ngaji di Kecamatan Bogor Timur. Pemerian tersebut sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap kiprah para guru ngaji.

Walikota Bogor Bima Arya mengaku senang dapat bertemu dengan sosok yang memiliki peranan penting dalam pembangunan akhlak di Kota Bogor. Dia yakin membangun karakter warga yang akhlakul karimah lebih penting daripada membangun fisik. Sejak awal cita-cita dan komitmen Pemkot Bogor untuk lebih serius pada sektor pendidikan akhlak.

“Salah satunya dengan memberi perhatian serius kepada orang-orang yang berada di garda terdepan dalam mendidik anak mengaji,” ujar Bima, Jumat (23/03).

Menurutnya, perjuangan para ustadz dan ustadzah ini tidaklah mudah. Tetapi, masa depan Kota Bogor berada di tangan para guru ngaji untuk mendidik anak-anak berdasarkam landasan agama. Ke depan, dia memastikan akan terus memperjuangkan uang insentif bagi guru ngaji sehingga di tahun anggaran berikutnya jumlah penerima dan nominalnya dapat bertambah.

“Walaupun sekarang jumlahnya baru Rp 50 ribu perbulan, ibu dan bapak ikhlas dulu insya Allah kalau bersyukur akan bertambah. Mari kita berikan yang terbaik bagi kota dan agama kita,” tutur Suami Yane Ardian tersebut.

Kabag Kemasyarakatan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Sony Nasution menambahkan, pemberian uang insentif bagi guru ngaji di Bogor tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2017.

Pendataan guru ngaji dilakukan di setiap kelurahan yang bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor. Tercatat, dari hasil pendataan terpilih 2.398 guru ngaji se-kota Bogor yang sesuai dengan kriteria, yaitu warga Kota Bogor, bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak memiliki penghasilan tetap, dan memiliki anak didik.

Jumlah 2.398 tersebut tersebar di enam kecamatan dan dibagian di masing-masing kecamatan secara bertahap. “Dibagikan setiap tiga Bulan sekali. Jadi setiap guru ngaji menerima Rp150 ribu selama sepuluh bulan dengan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar,” terangnya.(jp)

Tidak ada komentar