Gaduh Politik Jadi 'Senjata' Novanto untuk 'Sendat' Kerja KPK




Gerak cepat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut skandal mega proyek e-KTP diapresiasi oleh Ketua DPR RI Setya Novanto. Belakangan beredar nama-nama besar dan tokoh politik.

“Pertama saya memberikan apresiasi kepada Pak Agus Rahardjo selaku ketua KPK dan pimpinan lain, karena ini memang sesuatu yang harus diusut secara tuntas,” kata Novanto di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Meskipun demikian, Ketua Umum Partai Golkar yang sering dikaitkan dengan kasus korupsi ini berkilah jika langkah KPK mengusut tuntas kasus ini seharusnya tidak menimbulkan kegaduhan politik baru. Padahal, diketahui Ketua KPK Agus Rahardjo meminta agar pengusutan ini tidak menimbulkan guncangan politik yang besar karena melibatkan tokoh-tokoh politik nasional.

"Tapi tentu jangan sampai menimbulkan kegaduhan politik sehingga tentu harus kita jaga karena jangan sampai kegaduhan politik ini membuat situasi ekonomi kita terganggu. Pertumbuhan ekonomi kita dari negara-negara lain sudah yang terbaik bahkan melebihi negara lain," pungkasnya. Dia pun menyerahkan sepenuhnya ke lembaga anti rasuah terkait pengusutan kasus yang diperkirakan telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2 triliun tersebut.

"Semuanya kita percayakan kepada KPK karena semuanya kan sudah melalui proses panjang dan sudah berapa ratus saksi, sudah 254 saksi tentu dari situ kan sudah bisa diambil kesimpulan yang mana yang harus diambil dan yang harus dipilah-pilah dan tentu hal-hal tersebut kita percayakan kepada KPK yang telah melakukan yang terbaik," tutupnya.

Menanggapi itu, banyak pihak yang menyayangkan sikap Ketua DPR RI tersebut. Karena atas pernyataannya itu, kinerja KPK dalam mengusut kasus ini menjadi tersendat.

Tidak ada komentar