Heli Anti Kapal Selam TNI AL Berkemampuan Komplit. Ini Spesifikasinya...




Angkatan Laut Indonesia akan kembali memiliki skuadron helikopter anti kapal selam, sejak vakum tahun 1970. Pilihannya jatuh pada Helikopter AS 565 Mba Panther. Heli ini, konon, termasuk salah satu helikopter naval terbaik di dunia.

Kabar terbaru, helikopter AS 565 Mba Panther yang akan digarap PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bekerjasama dengan Airbus akan memiliki kemampuan multiperan, mampu beroperasi dilautan atau didarat.

Selain memiliki kemampuan mutiperan, Helikopter AS-565 Panther juga dilengkapi perangkat multifungsi, yang selain mampu memburu kapal selam juga akan mampu ‘mengeksekusi target’ secara langsung.

Untuk peran berburu kapal selam, AS-565 Panther akan dilengkapi dipping sonar atau sonar yang dicelupkan yang bernama DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) atau yang disebut AQS-18A.

Sonar celup DS-100 mampu beroperasi hingga kedalaman 500 meter dan dirancang untuk mendeteksi dan memantau suara dan getaran di bawah air. Menggunakan perangkat yang disebut High-resolution Doppler Processing dan Long Shaped Pulses sehingga dapat mendeteksi kapal selam yang mengeluarkan suara sangat rendah sekalipun (mendekati nol sinyal doppler). DS-100 juga cocok untuk mendeteksi dan mengendus lokasi kapal selam musuh yang beroperasi di perairan dalam dan periran dangkal.

Setelah mengetahui keberadaan dan lokasi kapal selam musuh, AS-565 Panther bisa langsung ‘mengeksekusi’ dan tidak perlu mengandalkan kapal korvet atau fregat untuk peran menenggelamkan kapal selam musuh karena sudah dilengkapi peluncur torpedo yang kemungkinan adalah torpedo ringan Mk 46 atau torpedo A.244 Whitehead.

Yang pasti selain beberapa kemampuan sekaligus, yakni peran di laut dan darat, kemampuan berburu dan menenggelamkan kapal selam, AS-565 Panther juga akan mendapat beberapa tambahan kemampuan yang disesuaikan dengan keinginan Angkatan laut Indonesia.

Menurut Defence Update, helikopter AS 565 Mba Panther akan ditempatkan diatas fregat ringan Bung Tomo class, korvet rudal SIGMA dan fregat PKR SIGMA 10514. (jktgt)

Tidak ada komentar