Jadi Jawara di All England, Ini Tujuh Fakta Marcus/Kevin




Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi pembicaraan. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar All England Superseries Premier 2017.

Gelar itu menyelamatkan muka Indonesia di kancah bulutangkis internasional. Meski begitu, publik belum mengetahui sepak terjang pasangan ini.

Berikut adalah tujuh fakta menarik tentang Kevin ataupun Marcus yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Legenda Bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, menganggap Kevin dan Marcus adalah titisan dari ganda putra Indonesia yang juga melegenda, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto.

Hal ini terkait kemampuan kedua pemain yang saling mengisi. “Kevin mirip Sigit karena dia punya kejelian dan pukulannya sulit ditebak. Sementara Marcus adalah Candra, keras dan lugas.”

2. Kedua pemain naik ke permukaan sejak berduet. Tapi, Kevin ternyata jauh lebih muda ketimbang Marcus. Kevin berusia 21 tahun sementara Marcus 26 tahun.

Meski begitu, kedua pemain mampu mengisi satu sama lain. Khusus, Marcus, sang pemain baru saja merayakan ulang tahun ke-26 pada 9 Maret lalu.

3. Keduanya pernah berduet dengan dua pebulu tangkis ganda putra terbaik. Marcus sempat berduet dengan Markis Kido pada 2013-2014, bahkan meraih juara Prancis Terbuka dan Indonesian Masters saat itu.

Sementara Kevin merupakan duet dari Mohammad Ahsan di Klub PB Djarum yang bermain di Djarum Superliga Badminton 2017 lalu.

Kido dan Ahsan memang sosok senior dari era berbeda yang memberikan sukses untuk Indonesia. Tak ayal, Kevin/Marcus benar-benar belajar dari sosok istimewa.

4. Marcus sempat cedera lutut yang terbilang parah pada Agustus tahun lalu. Hal ini terjadi saat karantina di Kudus. Cedera yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan.

Sang pemain absen hingga dua bulan lebih tapi mampu bangkit dan membuktikan cedera itu tak membuatnya patah arang bahkan terus berprestasi bersama Kevin.

5. Kevin memiliki ikatan darah dengan salah satu mantan bintang, Alvent Yulianto. Kemampuannya yang memiliki kejelian dan visi tak terduga memang mirip dengan Alvent.

Dia tak menjelaskan secara rinci terkait hubungannya karena menurutnya susah dijelaskan. Tapi, hal tersebut memang fakta karena Kevin mengungkapkannya pada situs resmi Djarum Badminton.

6. Kevin/Marcus sudah empat kali lolos ke final Superseries. Hebatnya, mereka selalu berhasil meraih kemenangan di laga puncak.

Sebuah bukti nyata bahwa mental kedua pemain sudah luar biasa meski usianya masih sangat muda. Beban yang diberikan sebagai andalan Indonesia menjadi pemicu semangat tersendiri.

7. Kevin awalnya memiliki hasrat besar sebagai pemain tunggal putra. Tapi, prestasi dan kemampuan dia tak mencolok.

Dia pun awalnya menolak untuk bermain di ganda putra. Hingga ujungnya dia setuju dan benar-benar berprestasi bersama Marcus di nomor ganda putra.

Tidak ada komentar