Kenapa Kasus Sandiaga Uno Tahun 2013 Tiba-tiba Dimunculkan Polisi?


Calon Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno hari ini, Jumat (10/3/2017), dipanggil Polsek Tanah Abang Jakarta.

Pemanggilan oleh polisi itu tiba-tiba muncul di saat kampanye Pilgub DKI Jakarta putaran dua digelar.

Kasat Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Mustakim mengatakan, pihaknya menjadwalkan pemanggilan terhadap calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada Jumat (10/3/2017), terkait laporan mengenai dugaan pencemaran nama baik yang disampaikan pada 2013.

"Betul, besok pemanggilan di Polsek Tanah Abang jam 09.00," kata Mustakim kepada Kompas.com, Kamis (9/3/2017).

Mustakim mengatakan, pemanggilan Sandiaga sebagai saksi pada esok hari merupakan tindak lanjut dari sebuah laporan yang disampaikan kepada polisi pada 2013.

Pada 7 November 2013, seorang perempuan bernama Dini Indrawati Septiani melaporkan pencemaran nama baik dan fitnah yang diatur dalam Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

Peristiwa yang dilaporkan itu diduga terjadi pada 31 Oktober 2013 di Gelora Bung Karno.

"Ya. Itu kasus 2013 pelapornya Dini Indrawati Septiani," ujar Mustakim. Belum diketahui pencemaran nama baik seperti apa yang dilaporkan maupun alasan polisi baru memeriksa Sandiaga besok.

Sandiaga diminta menghadap Mustakim besok dan membawa dokumen atau bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Namun hari ini Sandiaga Uno berhalangan menghadiri pemanggilan oleh polisi itu.

Dia memberikan apresiasi lebih terhadap kinerja Polsek Tanah Abang yang mampu menemukan kasus hukum yang berkaitan dengan dirinya pada tahun 2013 lalu alias empat tahun silam itu.

Cawagub Jakarta nomor pemilihan tiga itu seharusnya dijadwalkan memberikan keterangan sebagai saksi atas dugaan pencemaran nama baik tahun 2013 silam.

Namun Sandiaga Uno berhalangan hadir dan diwakili tim hukumnya saja.

Sandiaga Uno mengatakan kinerja Polsek Tanah Abang sangat luar biasa.

"Kita perlu beri apresiasi terhadap kinerja Polsek Tanah Abang yang mampu menemukan kasus yang berkaitan dengan saya empat tahun lalu. Saya yakin kalau kinerja kepolisian seluruh Indonesia kita seperti Polsek Tanah Abang maka kehidupan hukum kita akan lebih baik," ungkap Sandiaga Uno seperti diberitakan Tribunnews.com.

Hal itu disampaikannya usai melakukan Salat Jumat di Masji Jami Al Istianah di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Sandiaga Uno tak menyangka kasus tersebut bisa ditemukan karena sebelumnya tim hukumnya telah mengecek seluruh potensi hukum yang bisa menjerat dirinya sebelum maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta.

"Sebelum 18 bulan saya keliling Jakarta saya tantang tim hukum untuk temukan potensi hukum yang bisa menjerat saya. Tim hukum bilang 'clear' tapi ternyata Polsek Tanah Abang bekerja lebih teliti, ini harus diberi apresiasi lebih," ujarnya.

Sandiaga Uno dijadwalkan memenuhi panggilan Polsek Tanah Abang hari ini pukul 09.00 WIB dalam kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan tahun 2013 lalu sesuai surat SGPL/S-14/III/2017/Sektor SA.

Namun ia tidak hadir karena alasan padatnya jadwal kampanye. (trib)

Tidak ada komentar