Kepala Dusun 'Satroni' Janda Hingga Hamil dan Melahirkan, Warga Ngamuk




Masyarakat dusun Jalak Desa Sukorejo, Kabupaten Lamongan, Jatim mengamuk sambil mendatangi balai desa setempat. Mereka ingin melihat langsung upacara pencopotan jabatan Sujono sebagai Kepala Dusun Jalak.

Pencopotan jabatan Sujono sebagai Kepala Dusun Jalak ini sesuai dengan surat keputusan yang dibacakan oleh Kepala Desa Sukorejo, Romaji, di hadapan ratusan warga.

Namun, upacara pencopotan jabatan secara tidak hormat ini tidak dihadiri Sujono.

Pemberhentian Sujono sebagai Kepala Dusun Jalak ini seiring desakan dari warga.

Warga sudah dua kali berunjuk rasa. Salah satunya mendatangi kantor bupati dan kantor dewan 27 Februari lalu.

Warga menuding Sujono melakukan tindakan asusila dengan seorang janda hingga hamil dan anaknya meninggal dunia dalam persalinan.

"Meski tidak hadir surat keputusan tentang pemberhentian Sujono sebagai Kepala Dusun Jalak diantarkan ke rumah yang bersangkutan," ujar Romaji.

Arifin, salah satu warga, menyambut baik pemecatan Sujono sebagai Kepala Dusun Jalak yang telah mencoreng nama baik desa.

Di samping itu, Sujono dianggap tidak mampu menjadi pemimpin masyarakat.

Pascapemecatan Sujono, warga langsung menggelar syukuran dengan menyembelih dua ekor kambing, tujuh ayam dan menanak beras sebanyak 100 kilogram.(jpnn)

Tidak ada komentar