Ketika Berkunjung, Raja Salman Jadi Target ISIS. Alat Peledak Rakitan Diamankan




Keamanan Raja Salman dan rombongan sempat terancam. Tujuh militan yang diduga anggota ISIS merencanakan serangan pada rombongan ini. Empat warga Yaman, dua warga Malaysia, dan satu warga negara Indonesia. Mereka telah ditangkap.

Hal itu diungkapan Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Khalid Abu Bakar, Selasa (7/3/2017).

Ke tujuh orang yang ditangkap ini, berencana melakukan serangan terhadap Raja Arab Saudi saat mengunjungi Malaysia akhir Februari lalu.

"Mereka berencana menyerang anggota kerajaan Arab selama kunjungan mereka ke Kuala Lumpur. Kami menangkapnya pada saat terakhir," ujar Khalid Abu Bakar seperti dilansir tribunnews.com.

Dua dari tujuh militan tersebut berencana meluncurkan serangan skala besar menggunakan 'alat peledak rakitan' yang dibawa kendaraan.

Lebih lanjut, warga negara Indonesia yang ikut ditangkap oleh otoritas Malaysia itu bernama Anwar (27) berasal dari Banten.

Ia ditangkap karena diduga melakukan kegiatan komunikasi dengan kelompok ISIS.

Otoritas Malaysia menemukan percakapan telepon dan Facebook antara Anwar dengan anggota kelompok ISIS, serta menerima dana pemberangkatan Indonesia-Malaysia Rp 3 juta.

Kepala Bagian Penerangan Masyarakat (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menyatakan, Anwar bergabung dengan kelompok ISIS lantaran dijanjikan fasilitas yang beragam.

Saat ini, Anwar telah mendapat pendampingan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Ia akan mengikuti proses hukum yang berlaku di Malaysia.

"Dia akan mengikuti proses hukum yang ada di Malaysia, di mana di Malaysia itu pengacara harus dari Malaysia. Itu akan kita ikuti," ucapnya.

 

Tidak ada komentar