Kunjungan Jokowi Ke Tabagsel : Lempar Hadiah, Nihil Etika Dan Minus Investasi


[caption id="attachment_12839" align="aligncenter" width="615"] Presiden Jokowi di Simalungun[/caption]

Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 23 sampai 25 Maret 2017.

Di Sumut, Kepala Negara bertandang ke Kabupaten Tapanuli Tengah, selanjutnya ke Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Padang Sidimpuan.

Atas kunjungan Jokowi, sapaan akrab Presiden itu, Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta menyampaikan apresiasi.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah mengunjungi Sumut, khususnya Tabagsel, pinggiran Sumut yang berbatasan dengan Sumatera Barat. Ini adalah kunjungan yang keberapa kali di Sumut," ucap Ketua umum KMSU Jakarta, Mora Syamsudin Harahap kepada redaksi, Minggu (26/3).

Namun, kata Mora, dalam kunjungan di Panyabungan, Mandailing Natal, Presiden Jokowi seperti kurang beretika. Pasalnya, Presiden Jokowi "melemparkan" hadiah (bingkisan) dari dalam mobilnya kepada warga.

"Paling tidak itu terlihat dari video yang sudah viral, saat Bapak Presiden membagi-bagikan bingkisan kepada warga dengan melemparkannya. Sangat disayangkan, ini ibarat memberikan pisang kepada monyet di pinggir jalan," imbuh putra Padang Sidimpuan ini.

Tak hanya itu, lanjut Mora, kedatangan Presiden Jokowi ke Sumut selama tiga hari, tidak membawa investasi dan program yang "wah" untuk kemajuan Tapteng dan Tabagsel.

Dari pemberitaan yang ada, Presiden Jokowi hanya meresmikan "Titik 0 Kilometer Islam di Nusantara" di Barus, Tapteng; menghadiri Silatnas Jami'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) di Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, sekaligus berjanji akan membangun gedung sekolah Ponpes Musthafawiyah; mengunjungi pasar Panyabungan dilanjutkan launching pembangunan Asrama Haji Mandailing Natal; membagikan sertifikat tanah; dan melakukan pertemuan dengan para ulama se-Tabagsel di Padang Sidimpuan.

"Semua agenda Bapak Presiden tersebut bagus dan sangat berkesan. Tapi kunjungan ini minus investasi. Tidak ada menyinggung soal pertanian, ekonomi perdagangan, infrastruktur, pariwisata dan lainnya. Bapak Presiden hanya asyik bagi-bagi 'kartu sakti' saja," demikian Mora. (rmol)

Tidak ada komentar