Kunjungan Raja Salman Bikin Ekonomi Bali Makin Bergairah


Selain melakukan kunjungan kenegaraan, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, juga akan berlibur di Pulau Bali, tepatnya di Nusa Dua. Bahkan, raja berusia 81 tahun ini memperpanjang masa tinggal di Bali, dari sebelumnya akan pergi tangal 9 Maret, kemudian diperpanjang jadi 12 Maret 2017.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Bali, Panudiana Khun, mengatakan kedatangan Raja Arab Saudi itu jadi kunjungan kepala negara yang paling besar dampaknya buat ekonomi Bali. Selama ini, Pulau Dewata sudah seringkali dikunjungi kepala negara atau pemerintahan, baik untuk berwisata maupun dalam pertemuan tingkat tinggi.

"Ini yang paling besar dampaknya secara ekonomi. Padahal Bali ini sejak dari dulu sudah banyak kepala negara, perdana menteri, atau presiden yang datang ke sini, tapi cuma Raja Salman yang efeknya besar sekali," kata Panudiana kepada detikFinance, Rabu (8/3/2017).

Dia menjelaskan, besarnya pengaruh ekonomi itu bisa dilihat dari sisi perputaran ekonomi selama Raja Salman di Bali. Apalagi, kepala negara itu juga membawa serta 1.500 orang dalam rombongannya tersebut.

"Yang dibawa 1.500 orang, dan itu orang-orang yang dibawa itu yang banyak sekali uangnya, satu orang bisa habis miliaran. Sangat positif sekali buat Bali. Mereka sewa ratusan Mercy (Mercedes Benz), bawa pesawat sendiri, hotel di-booking semua, jadi yang datang ke sini itu orang-orang yang berkualitas yang bawa uang banyak. Biasanya kalau turis asing cari yang hemat-hemat di Bali, ini cari yang mahal-mahal," ujar Panudiana.

Dia memprediksi, setelah kunjungan Raja Salman, akan banyak sekali turis dari Timur Tengah yang melancong ke Bali.

"Orang sana nanti sudah lebih tahu, oh Bali ternyata banyak makanan halal, oh Bali ternyata punya budaya yang bagus. Ini yang mau kita promosikan di sana," jelas Panudiana. (dc)

Tidak ada komentar