PSK Curhat: "Saya dipakai 2 kali, tapi tak dibayar"




Gadis cantik ini tak bisa menyembunyikan amarahnya terhadap PA. Bunga (bukan nama sebenarnya) begitu emosi, karena PA enggan membayar. Padahal PA telah dua kali begituan dengan Bunga yang merupakan pekerja seks komersial (PSK).

Bunga akhirnya nekat menggondol sepeda motor milik PA.

Bermodal rayuan maut, warga Jalan Pasundan, Samarinda Ulu, itu berhasil memperdayai PA.

PA akhirnya melaporkan kasus itu ke Polsekta Samarinda Ilir, Senin (13/3).

Dalam laporan itu disebutkan bahwa Bunga dituduh menggelapkan sepeda motor Honda Beat KT 6075 BS milik PA.

Ketika itu, Bunga memang sempat meminjam motor dengan alasan hendak mengambil helm di rumah temannya di Jalan Tarmidi, Gang 2, Kelurahan Sungai Pinang Luar (SPL), Samarinda Kota, Senin (6/2) lalu.

Namun, Bunga ternyata tak kembali. PA kebingungan.

PA akhirnya mengetahui Bunga membawa motor itu ke Kutai Kartanegara (Kukar).

Polisi yang mendapat laporan akhirnya membekuk Bunga.

Namun, Bunga berdalih hanya ingin memberi pelajaran kepada PA.

"Dia (PA) pakai saya dua kali tapi tak mau bayar," ujar Bunga kepada Sapos, Selasa (14/3).

Bunga mengaku kesal karena selalu gagal menghubungi PA.

"Waktu HP dia bisa saya hubungi, dia saya ajak ketemu. Maksudnya mau ajak dia "main" supaya dia mau datang. Waktu dia datang saya langsung pinjam motornya dan langsung saya bawa ke Separi," ucap Bunga.

Bunga bersikukuh tidak memiliki niat menjual motor tersebut.

Bunga menggunakan motor itu untuk berjualan sayur keliling kampung di Separi.

"Tante dan paman saya punya kebun sayur. Nah, saya cuma bantu menjual keliling dengan motor itu," ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Ipda Purwanto menjelaskan, Bunga tak diamankan seorang diri.

Paman Bunga berinisial DD juga turut diamankan lantaran ikut serta menyembunyikan motor tersebut.

"Keduanya (Bunga dan DD) masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif yang sebenarnya serta adanya kemungkinan motor lainnya yang turut digelapkan keduannya," pungkasnya. (jpnn)

Tidak ada komentar