Sedang Indehoi dengan Abang Ipar, Bunga Digerebek Warga. Suaminya Melaut




Bunga tak berkutik saat digerebek  warga. Ia tertangkap basah sedang berduaan dengan abang iparnyadi dalam kamar tidurnya, Kamis (8/3/2017) sekira pukul 2.00 WIB dini hari.

Informasi yang dihimpun oleh warga Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, tempat keduanya tertangkap basah, kedekatan dua insan ini sudah lama mereka curigai.

Salah seorang pria yang tak ingin disebutkan namanya menjelaskan, malam itu, warga sekitar sudah berencana menjebak kedua pasangan tak resmi tersebut.

Sambil menonton bola, warga menunggu waktu yang tepat melakukan aksi. Sekira pukul 01.00 WIB, warga melihat Bunga datang ke warung membeli rokok. Kecurigaan warga semakin tinggi, karena warga tahu kalau suami Bunga sedang pergi melaut.

“Datang dia ke lapo (warung) membeli rokok. Sedangkan kami lihat suaminya baru pergi ke laut. Mungkin rokok laki-laki itulah yang dia beli. Kebetulan malam itu ramai, banyak yang belum tidur karena menonton bola. Makanya pas kali (waktunya),” kata pria ini.

Setelah Bunga kembali ke rumahnya di Lorong I, Lingkungan III, warga kemudian membuntutinya sambil mengintai.

Setelah Bunga masuk ke rumah, warga langsung menggedor pintu rumahnya dan memaksa agar penghuni rumah membuka.

“Ramai warga yang datang ke rumahnya semalam,” jelasnya.

Awalnya Bunga tidak mengakui perbuatannya bersama kakak suaminya tersebut. Namun, karena sudah yakin kalau abang ipar Bunga yang sudah lama dicurigai menjalin asmara dengannya berada di dalam rumah tersebut, warga memaksa masuk dan menggeledah rumah tersebut.

“Nggak mengaku, digeladah warga,” ungkapnya.

Ternyata benar, warga menemukan pria bermarga H*** tersebut di bawah tempat tidur Bunga.

Gerah dengan ulah keduanya, warga menyerahkan pasangan selingkuh tersebut ke polisi. “Diserahkan ke Polsek Sibolga Selatan,” pungkasnya.

Kepling III Lomona Sitanggang ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Namun dia membantah kalau keduanya adalah warga lingkungannya.

“Sudah diserahkan ke keluarga mereka penyelesaiannya. Karena mereka masih berkeluarga. Kebetulan, mereka bukan warga saya. Yang laki-laki, menurut pengakuannya adalah warga Lorong 5. Tapi tinggal di Lingkungan III. Sedangkan si perempuan, KK (kartu keluarga)-nya nggak ada. Kutanya, katanya sudah hilang,” jelas Lomona.

Ditanya soal keberatan warga, kepling yang baru menjabat sekitar seminggu ini mengaku tidak ada (keberatan).

Meski sebelumnya, sempat pemuda sekitar mengajukan keberatan dengan perbuatan kedua pasangan tak resmi tersebut.

“Nggak ada. Tadi pagi sudah berdamai di kantor polisi. Kalau saya sebagai kepling, hanya mengamankan saja. Masalah kenapa, apa sebabnya, tidak saya tanya lagi. Sudah saya tanya pemuda yang sempat keberatan malam itu, nggak ada, sudah selesai. Karena waktu itu, istri si laki-laki juga hadir, nggak ada keberatan. Kalau suami si perempuan, kan masih di laut. Kalau ini sebenarnya harus diselesaikan di tingkat parsahutaon (penetua kampung). Kalaupun nanti setelah suaminya pulang dari laut, dia mengajukan keberatan, kita lihat nantilah,” terangnya.

Kepling menambahkan bahwa keduanya ditangkap tidak saat sedang melakukan hal yang tak senonoh.
Hanya, menurut cerita warga padanya saat kejadian, kakak ipar Bunga ditemukan di bawah tempat tidur.

“Iya, saya kan datang karena dipanggil warga. Kata warga begitu, laki-laki itu ditemukan di kolong tempat tidur,” pungkasnya mengaku tidak tahu nama kedua pasangan tersebut, hanya tahu kalau si laki-laki bermarga H***. (pojoksatu)

Tidak ada komentar