Selain Jago Tempur, Pengawal Raja Salman Ini Mampu Jinakkan Bom, Menyelam, dan Menerbangkan Pesawat




Raja Salman selalu didampingi satu sosok pria tegap dan bersorot mata tajam. Ia terus setia mengawal sang raja. Dialah Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm.

Sebelum mengawal Raja Salman, pria berkepala plontos itu menjadi pengawal pribadi mendiang Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud selama 10 tahun. Saat Raja Abdullah mangkat pada 23 Januari 2015 dan dimakamkan, Al-Faghm menjadi pengawal terdepan iring-iringan penggotong jenazah sang Raja.

Saat itu, fotonya mengawal iring-iringan jenazah Raja Abdullah menjadi viral di internet. Seperti dilansir media Arab News, saat itu Al-Faghm tampak tetap tegar, namun jelas terlihat mencoba menyembunyikan kesedihannya.

Para pengguna Twitter ketika itu bahkan membuat tagar khusus untuknya, untuk mengucapkan terima kasih atas dedikasinya pada raja dan kerajaan Saudi selama ini. Para netizen pun ramai membahas pria bertubuh tegap tersebut.

"Kita jadi sangat terbiasa melihat dia bersama raja, dengan setelan jas hitamnya, tapi tak pernah bertanya tentang namanya. Dia tentunya telah melayani dengan setia," puji Mohammed Al-Abdulqader lewat akun Instagram.

"Ini salah satu posisi yang sangat penting di negara. Dia pasti sangat sedih ketika raja wafat," tulis Al-Abdulqader seperti dilansir Arab News beberapa waktu lalu.

Selain berpengalaman dalam bidang pertempuran, Al-Faghm juga memiliki kemampuan untuk menerbangkan pesawat maupun helikopter dalam kondisi darurat. Pria ini juga memiliki kemampuan menyelam di laut yang sangat profesional. Tak hanya itu, dia juga memiliki badge penjinak bom, yang artinya dia memiliki kemampuan menjinakkan berbagai jenis bahan peledak.

Pria berumur 50-an tahun ini merupakan lulusan akademi militer King Khaled Military College pada tahun 1991. Yang menarik, ayah Al-Faghm juga mengabdi untuk Raja Saudi sebelumnya selama 30 tahun. (detik)

Tidak ada komentar