Bagaimana Polisi Bisa Tahu Rumah Andi Lala? Teknologi Ini Mengungkapnya







Tim Identifikasi TKP Poldasu melakukan aktifitas di rumah milik Andi Lala selama dua jam. Ia disebut-sebut merupakan terduga pelaku pembantaian satu keluarga yang terjadi di Medan Selasa, (11/4/2017).




Rumahnya itu berada di Jln Pembangunan II Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang.




Andi Lala masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, Riyanto (40). Baik istri Andi Lala dengan istri Riyanto, Sri Ariyani (38) masing-masing bersepupu.




Pihak kepolisian mulai mendatangi rumah Andi ini dari pukul 10.00 WIB.




Mereka baru selesai melakukan identifikasi dan penggeledahan sekitar pukul 12.05 WIB.




Sebelum meninggalkan rumah Andi ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfalah dan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting pun sempat memberikan keterangan kepada wartawan.




"Hari ini kita lakukan juga olah TKP (tempat kejadian perkara). Tujuannya dalam rangka mengungkap pelaku pembuhuhan. Kalau petunjuknya sudah jelas," ucap Rina.




Saat ditanyakan lebih jauh terkait petunjuk yang diperoleh Rina mengatakan kalau pihak Polda Sumut akan memaparkan kasus ini lebih detail lagi terkait siapa dan motif pelaku melakukan pembunuhan keji tersebut.




"Nanti di Polda akan kita paparkan dan lebih detail lagi," kata Rina.




Sementara itu Nurfalah menambahkan selain di rumah korban hal yang sama juga dilakukan di rumah tersangka dan Pom Bensin yang ada di Perbaungan serta tempat penyewaan mobil rental.




"Mobil rental yang dipakai saat itu sudah kita amankan. Hari ini ada beberapa baranglah yang kita bawa,"kata Nurfalah.




Secara pasti dirinya belum bisa memaparkan berapa orang pelaku yang sudah ditangkap.




Informasi yang dihimpun istri dan ayah Andi Lala sendiri sudah terlebih dahulu diamankan di Mapoldasu.




Warga Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang sebelumnya merasa terkejut atas dilakukannya penggeledahan oleh polisi di rumah Andi Matalata yang berada di Jln Pembangunan II Selasa, (11/4/2017).




Mereka kaget mengapa Andi Matalata alias Andi Lala (AL) bisa dikait-kaitkan dengan kasus pembantaian satu keluarga yang terjadi di Medan beberapa hari lalu.




Dia diduga sebagai orang yang melakukan eksekusi pembunuhan terhadap Rianto sekeluarga, istrinya Sri Ariyani (38), kedua anak mereka Naya (13) dan Gilang Laksono (8) serta mertuanya Sumarni (60).




Aksi sadis itu dilakukan di kediamannya di Mabar, Medan Deli, Senin (10/4/2017).




"Andi ini orangnya baiklah. Dia pun sering ke masjid dan ikut juga wirid (pengajian)," ucap salah seorang tetangga Andi yang dibenarkan oleh warga lainnya.




Tidak hanya itu Andi juga dikenal sebagai sosok yang menggerakkan remaja masjid di lingkungannya.




Sementara itu keseharian Andi dikenal bekerja sebagai tukang las.




Ia juga mempunyai usaha penyewaan tenda untuk keperluan pesta dan lainnya.




"Dulu rumah Andi ini punya pak Hasan bapaknya. Pak Hasan ini sudah bagi dan si Andi inilah yang menempati rumahnya sekarang bersama istri dan satu anaknya."




"Kalau bapaknya dan istrinya Minggu malam itu sudah dibawa sama Polisi. Kalau Andinya gak tau kemana," kata Warga.




Hingga pukul 12.00 WIB, pihak kepolisian masih melakukan identifikasi di rumah Andi ini.




Tampak kalau polisi juga mengambil dokumentasi baju baju yang didapat dari lemari dan diduga merupakan baju dari Andi.




Polisi mencurigai keterlibatan Andi Melala berdasarkan alat komunikasi yang dibawa oleh pelaku. Seperti yang diketahui baik ponsel milik Riyanto maupun istrinya dibawa kabur oleh eksekutor.




Mereka membawa ponsel bersama dengan sepeda motor Honda Vario bewarna putih.




Kemungkinan dari ponsel inilah jejak pelaku bisa diketahui hingga saat mereka mengembalikan mobil rental kepada pemiliknya.




Melalui global positioning system (GPS), polisi bisa melacak posisi sepanjang nomor kartu (SIM card) masih melekat di dalam ponsel korban.




Hingga diperoleh alamat rumah Andi Melala alias Andi Lala (AL).




Tak tanggung-tanggung, untuk mencari bukti keterlibatan pelaku, Polda Sumut menurunkan unit Identifikasi TKP Polda Sumut.




Ada sekitar 20-an anggota polisi berseragam lengkap turun ke lokasi.




Selain melakukan identifikasi polisi juga sempat melakukan penggeledahan di rumah ini. Rumah ini merupakan milik Hasan orang tua dari Andi Lala.




Orang terakhir ini dicurigai sebagai pelaku pembunuhan keji terhadap Riyanto, istri, anak dan mertuanya.




Ia membenarkan apa yang dilakukan ini ada hubungannya dengan peristiwa pembantaian satu keluarga yang ada di wilayah hukumnya yang menewaskan pasangan suami istri, anak dan mertua.




"Sabar dulu lah ya tapi,"ujar Edy Safari.




Rumah ini pun sudah didatangi polisi sejak Minggu malam atau setelah beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan terjadi.




Diduga kalau pelaku pembunuhan ada kaitannya dengan keluarga dari pemilik rumah ini.




Kedatangan polisi di tempat ini pun membuat ratusan warga berkumpul disekitar lokasi. (rb)


Tidak ada komentar