Dubes RI untuk Italia: Diskriminatif atau Tidak, Muslimah Harus Ikhlas Lepas Jilbab di Bandara


[caption id="attachment_13422" align="aligncenter" width="640"] Duta Besar Indonesia untuk Italia Esty Andayani[/caption]

Aghnia Adzkia, mahasiswi asal Indonesia curhat di Facebook atas perlakuan kurang menyenangkan yang dialaminya di bandara Roma. Dia diminta untuk membuka hijab oleh petugas imigrasi, diduga sebagai teroris.

Namun, Duta Besar terlantik Indonesia untuk Italia Esty Handayani menyebutkan, apa yang dialami Aghnia hanya merupakan bentuk pengamanan yang ketat dari pemerintah Italia, bukan diskriminasi seperti cerita mahasiswi tersebut.

Agar kejadian ini tidak kembali berulang, Esty memberikan beberapa tips untuk para warga negara Indonesia yang ingin melancong ke Italia.

"Merupakan tugas KBRI untuk memberikan imbauan kepada publik supaya masyarakat Indonesia tahu aturan yang ada di negara itu. Hal ini kami berikan supaya tidak terjadi lagi insiden serupa," tutur Esty saat ditemui di Warung Daun, Jakarta Pusat, Kamis (13/4).

Tips Esty yang pertama, bagi orang yang berhijab sebaiknya ikhlas. Esty mengartikan ikhlas sebagai mengikuti bentuk peraturan yang ditetapkan di negara tersebut.

"Orang yang sudah berhijab itu harusnya ikhlas. Terlepas dari kita mau sebut diskriminatif atau tidak, ya kita tidak bisa pungkiri dunia ini diskriminatif. Kalau saya jadi dia, saya mau dibuka (hijab) asal di tempat tertutup. Kamar tertutup itu disediakan oleh mereka," ujar Esty.

Tips yang kedua, mantan Dubes ini mengatakan jangan menolak saat diperiksa. Dia mengatakan kalau menolak, akan dianggap membawa hal-hal yang mencurigakan.

"Di India, pemeriksaan lebih parah. Semua wilayah sensitif kita dipegang dan diperiksa, hal itu dilakukan karena di sana biasanya orng menyimpan sesuatu yang mencurigakan, karena dianggap tidak ada yang berani memegang. Namun, hal itu adalah aturan. Saya sarankan jangan menolak, karena kalau kita enggak mau pasti akan dianggap menyimpan sesuatu," imbuhnya.

Esty menyebutkan Italia memang negara Katolik, namun sekuler. Karenanya berhijab di negara tersebut termasuk aman dan tidak akan ada yang mendiskriminasi.

Mantan Dubes RI untuk Norwegia itu menuturkan, ada staf KBRI Roma yang juga memakai hijab dan merasa nyaman tinggal di negara tersebut.

"Di sana penganut Katolik namun sekuler. Orang berhijab di sana itu nyaman sekali. Staf kita di sana juga ada yang memakai hijab dan merasa nyaman sekali. Anak itu (Aghnia) juga mengakui kalau dia jalan-jalan dan merasa nyaman di Italia meski memakai hijab," tutupnya.[mc]

Tidak ada komentar