Panas, Ahok Tanya Reklamasi Zaman Soeharto? Begini Jawaban Tegas Anies


[caption id="attachment_13387" align="aligncenter" width="578"] Para paslon Cagub-Cawagub DKI di acara debat, Rabu malam (12/4)[/caption]

Debat panas sempat terjadi antara Calon Gubernur Basuki Tjahaja versus Anies Baswedan ketika membicarakan topik reklamasi Teluk Jakarta. Hal itu terjadi dalam sesi pertanyaan antar calon gubernur.

Ahok -sapaan Basuki- mendapat giliran pertama untuk bertanya. Ahok menggunakan kesempatan itu untuk bertanya tentang sikap Anies-Sandi yang selalu berubah-ubah tentang reklamasi.

Dia juga bertanya soal sikap Anies-Sandi terkait keputusan presiden (keppres) soal reklamasi yang terbit sejak zaman Presiden Soeharto. Padahal pasangan nomor urut tiga itu berniat membatalkan reklamasi.

"Bagaimana cara kita menghadapi keppres ini dari zaman Soeharto, termasuk membatalkan reklamasi," tanya Ahok kepada Anies saat sesi debat pilkada di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Lantas, Anies pun diberi kesempatan oleh moderator Ira Koesno untuk menjawab. "Saya rasa yang perlu disamakan bahwa kita harus memikirkan soal reklamasi, tapi pendapat kita berbeda," kata Anies mengawali jawabannya.

Menurut Anies, berdasarkan Keppres Nomor 52 Tahun 1995 bahwa wewenang reklamasi ada di gubernur. Dia berjanji akan memanfaatkan pulau reklamasi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan kelompok tertentu.

Bahkan, Anies menuding bahwa peta pulau reklamasi yang telah dibangun saat ini tidak sesuai dengan yang tertera dalam keppres.

Mendengar itu, Ahok langsung membuat pernyataan keras dan balik menuding Anies yang berusaha membangun opini keliru terhadap proyek reklamasi.

"Saya kira jangan membohongi, gambar reklamasi bukan dari saya. Seluruh tanah reklamasi itu sertifikat DKI, lima persen dari hasil pulau reklamasi boleh untuk nelayan. Tanah yang pengembang jual, 15 persen dari nilai NJOP untuk pembangunan DKI," terang Ahok.

Anies tak kalah keras menjawab pernyataan Ahok. "Saya rasa baik, jangan bohong saat kampanye. Warga Bukit Duri tahu rasanya dibohongi," kata Anies tegas.[jp]

Tidak ada komentar