Pastor Gilbert Memohon Maaf Setelah Tuduh Anies-Sandi Secara Membabi Buta




Setelah menuduh secara membabi buta, pendeta Gilbert Lumoindong meminta maaf. Hal ini dilontarkan terkait tudingannya soal Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menggunakan lagu berbahasa Ibrani, Hashem Melech untuk kampanye.

Gilbert mengaku cuitannya soal lagu "Kobarkan Semangat" yang menjiplak lagu rohani Yahudi merupakan kesalahan. Penginjil kondang itu pun meminta maaf karena lagu Kobarkan Semangat justru dari tembang C’est La Vie yang dipopulerkan Cheb Khaled.

"Ternyata memang lagu "Kobarkan Semangat" pemenangan Anies-Sandy berasal dari lagu asli, Khaled; C'est La Vie #maaf," ujar Pendeta Gilbert melalui @PastorGilbertL di Twitter, Jumat (7/4).

Permintaan maaf Gilbert lantas mengundang reaksi netizen. Salah satunya Yoana Greissia.

Melalui akun @Greissia, perempuan yang mengaku pendukung Ahok-Djarot itu ini menilai Gilbert salah.

"Sorry pastor, this time you were wrong... sy dukung Ahok tp melodi Hashem Melech sendiri diambil dr C'est La Vie," cuit dia.

Pendeta Gilbert pun mengucapkan terima kasih atas koreksi dari Yoana. "Anda benar terima kasih untuk penjelasannya&koreksinya; harus kita akui @PKSejahtera wajar menggubah lagu "KOBARKAN SEMANGAT" thanks," timpal Gilbert menanggapi pernyataan Yoana.

Sebelumnya, Gilbert melalui akunnya di Twitter menuding PKS membajak lagu Hashem Melech untuk kampanye Anies-Sandi. "Rekan2 @PKSejahtera tahu nggak ya, lagu ini bajak lagu rohani Israel "Hashem Malekh"?," tulis Gilbert sambil mengunggah screenshot video YouTube channel PKS Tv.

https://twitter.com/lordress/status/850122623686123521

Tidak ada komentar