Pengusaha Keturunan Ini Hina Gubernur NTB yang Hafiz Qur’an Itu: ‘Pribumi Tiko (Tikus Kotor)'


Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi, mendapat perlakuan kasar dari seorang pengusaha muda bernama Steven Hadisurya Sulistio.

Kejadian penghinaan tersebut terjadi Ahad (9/4/2017) pukul 14.30 waktu Singapore. Saat itu, Gubernur NTB yang biasa dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) sedang mengantre di counter check in Bandara Changi, Singapura.

Meninggalkan istrinya yang tetap antre di barisan, TGB keluar dari antrean untuk sejenak melihat jadwal penerbangan dan beberapa saat kemudian kembali ke barisan.

Tiba-tiba dari arah belakang TGB, Steven marah kepadanya dan melontarkan kata-kata bernada SARA dan kebencian. Berikut penuturan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi seperti dilansir tribunislam.com:

Bagaimana cerita kejadian itu?

Tendensi rasis Pak.


Jika boleh tahu bagaimana kejadiannya?


Saya dan istri sedang antri, lalu ada rombongan kecil mengaku mengantri sebelumnya marah-marah. Kami mengalah lalu pindah lane, terus diumpat-umpat. Ada sekelompok orang yang makin sombong di Republik ini Pak. Mereka pikir uang bisa membeli segalanya.



Maksudnya apakah mereka sudah antri duluan?



Nggak Pak. Saya dan Istri datang duluan. Mereka nggak ada. Kami antri, saya keluar antrian ke salah satu petugas untuk tanya info penerbangan, istri tetap di jalur antrian. Mereka datang belakangan. Saya balik gabung istri mereka ngamuk. Mereka pikir itu bukan istri saya awalnya. Malu mungkin lalu mengumpat-umpat. Kami mengalah pindah antrian masih terus diumpat. Saya adukan ke polisi setiba di Jakarta. Saya memutuskan mengadu setelah mengetahui arti kata “tiko”. Rupanya mereka punya sebutan yang sangat merendahkan pribumi.



Apa itu tiko?


Tiko, Tikus Kotor? atau Anjing Tanah. Bahkan di polres bandara pun mereka masih mengintimidasi petugas.

Bagaimana bentuk intimidasinya?


Teriak-teriak di dalam kantor sampai kemudian diusir keluar oleh seorang petugas.


Apa mereka tidak tahu jika Anda seorang Gubernur?


Setelah tahu pun tak berkurang arogansinya. Saya mebayangkan bagaimana mengenaskannya saudara-saudara kita yang kebetulan bekerja pada mereka. Kata ‘tiko’ ternyata kasar sekali loh. ‘ti’ = ‘babi’, ‘ko’ = ‘anjing’. Jadi kalau kita manggil orang-orang dalam tanda kutip pribumi itu ‘tiko’, itu sangat menghina sekali


Menurut Ketua Umum NW Wilayah Jawa Barat, Wahyu Setiawan, penghinaan tersebut juga berlangsung di pesawat.

Steven sendiri telah melayangkan surat permohonan maaf yang telah dibubuhi materai.

Menurut surat tersebut, ia mengakui dirinya melayangkan kata-kata bernada sara yaitu “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!”

“Steven mengatakan bahwa Pak Zainul Majdi itu “Dasar pribumi, dasar Indo dan Tiko dan dia juga mengumpat yang lainnya. Dia memang orang Tionghoa dan menghina orang Indonesia, padahal dia orang Indonesia dan mencari nafkah di Indonesia,” kata Wahyu.

TGB sendiri sudah memaafkan sikap Steven.

Namun, pihak NW sendiri mengatakan akan terus mengusut kasus ini hingga ke pidana.

“Beliau sudah memaafkan, tetapi kami dari warga NW merasa tidak puas. Supaya ada efek jera terhadap Steven. Ini memecah kebhinekaan masalahnya, tidak hanya dari warga NW, tetapi juga terhadap warga Indonesia. Bahaya. Sara larinya seperti ini,” ujar Wahyu. (sumber)

Tidak ada komentar