Ruhut: Kalau Ibukota Pindah ke Palangkaraya, Anies Baswedan Jadi Gubernur Desa Besar


Ruhut Sitompul berorasi saat mendampingi Basuki Tjahaja Purnama blusukan di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016). 
Juru Bicara Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat, Ruhut Sitompul mengaku bangga dengan sikap yang ditunjukkan Ahok menyikapi kekalahannya dari pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI.
Ia menegaskan, sejak awal pihaknya siap untuk menang maupun kalah.
"Oh saya bangga lihat Ahok. Statementnya, 'Tuhan yang memberi jabatan saya dan Tuhan juga yang mengambilnya. Saya siap untuk itu.' Waduh keren," kata Ruhut saat dihubungi, Kamis (20/4/2017).

Anies, kata dia, diuntungkan dengan beberapa kondisi.
Salah satunya dengan kejadian yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan yang beberapa waktu lalu terkena siraman air keras.
" Novel Baswedan itu pahlawan pencegah, pemberantasan korupsi. Kita harus acungi jempol. Dengan dia disiram air keras, sekarang lagi berjuang untuk matanya di Singapura, Anies lah yang menikmati itu. Kan sepupu kandung, kata Anies. Jadi dianggap empati lah," tutur Ruhut.
Termasuk Wisata Al Maidah yang menyebut akan menggerakkan massa untuk mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Ruhut menyebutkan, hal itu sempat membuat warga Tionghoa takut untuk memilih.
"Bahkan mereka bilang ada 1,6 juta (orang) menunggu di sekitar Jakarta. Ya, orang takut dong," kata dia.

Ruhut juga sempat menyinggung wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang beberapa waktu terakhir cukup ramai diperbincangkan.
Ia berharap, Jakarta masih tetap Ibu Kota negara.
"Kita berdoa saja Ibu Kota tidak dipindahkan ke Palangkaraya. Kalau dipindahkan segera ke Palangkaraya, Anies dan Sandi menjadi gubernur desa besar," selorohnya sambil tertawa.
"Itu yang ngeri," sambung mantan Anggota DPR itu.
Berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga, pasangan Ahok- Djarot kalah dibanding pasangan Anies-Sandi.
Hasil hitung cepat Kompas, pasangan Ahok- Djarot mendapat 42 persen suara, sedangkan Anies-Sandi 58 persen suara.
KPU DKI masih melakukan penghitungan suara. Meski demikian, Ahok dan Djarot sudah mengakui kekalahannya.(tri)

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Ruhut bopeng dan Iwan bopeng sama dan sama-sama mulut besar, si Ruhut Bopeng giliran ditagih potong kuping malah menghilang sembunyi dibalik rok, jangan jadi pengecut hai poltak....mulutmu harimaumu....kau buang ludah dan jilat ludah sendiri...menjijikan...lihat tuh mukamu dicermin wahai Ruhut Bopeng.....

    BalasHapus