Ruhut Sitompul Rela Kehilangan Jabatan dan Uang Miliaran Rupiah Demi Ahok, Ini Alasannya


Pernyataan mengagetkan keluar dari mulut Ruhut Sitompul di sela-sela pertanyaan alasan ia mundur dari DPR RI.

"Untuk total mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta, saya rela mundur," tegas Ruhut, dilansir dari Kompas.com, Kamis (6/4/2017).

Pilihan Ruhut tersebut dipilihnya sebagai bentuk komitmennya mendukung Ahok-Djarot untuk memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 ini.

Meskipun Ahok-Djarot bukan pasangan calon yang diusung partanya, yakni Partai Demokrat sepertinya tidak membuat Ruhut bimbang.

Tinggalkan Rp 10 miliar demi dukung Ahok-Djarot
Sebagai juru bicara Ahok-Djarot, Ruhut tak hanya bermodalkan mulut untuk berkampanye memenangkan Ahok-Djarot, kembali menjabat sebagai Gubernur DKI periode 2017-2022.

Namun ia juga harus rela meninggalkan segala aktivitasnya, bahkan kehilangan penghasilannya hingga miliaran rupiah demi mengikuti kampenye.

"Saya anggota DPR, jabatan saya tersisa tiga tahun lagi. Padahal, saya tidur saja, saya dapat Rp 10 miliar. Tapi, jabatan itu saya tinggalkan. Saya mundur dari DPR. Karena ingin ajak semua untuk Pilih Ahok," ucap Ruhut di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016), dikutip dari Tribunnews.com.

Rela melakukan itu semua karena memiliki alasan yang jelas.

Ruhut percaya Ahok sosok yang bersih dan transparan.

"Saya yakin Pak Ahok dan Pak Djarot bisa membenahi permasalahan di ibu kota, yang akar permasalahannya adalah korupsi," serunya waktu itu di hadapan ratusan pendukung, relawan, dan warga yang datang ke Rumah Lembang.

Bahkan ia tidak takut kehilangan pengahasilannya dari DPR RI hanya demi Ahok-Djarot.

"Bagi saya enggak apa-apa. Tapi biar kalian tahu, 3 tahun jabatan itu ke depan, aku tidur saja, duduk, diam, minimal Rp 5 M aku dapat. Itulah seorang Ruhut. Di DPR bukan cari uang," ucapnya.

Tak akan mencalonkan diri jadi anggota parlemen lagi
Ia juga mengungkapkan sudah tidak bisa bekerja di DPR karena lingkungannya yang tidak membuatnya nyaman.

"Aku sudah enggak mau lagi di DPR. Walaupun aku di DPR sangat menonjol, dipuji orang, vokal, tapi aku enggak bisa hidup di lingkungan yang seperti itu," ucap mantan Anggota Komisi III DPR itu.

Bahkan dirinya menegaskan tidak akan kembali mencalonkan sebagai anggota DPR di periode mendatang.

Pun ia sudah memilih memberikan "ceramah" soal anti-korupsi di lingkungan kampus.

"Buktinya aku keliling, ceramah di mana-mana pemberantasan korupsi. Aku kemarin di Pukat, Gama (Universitas Gadjah Mada), di Airlangga (Universitas Airlangga di Surabaya), di Sumatera. Di mana-mana aku diundang," kata Ruhut, Kamis (6/4/2017).

Apalagi sosok Ruhut memang menjadi sosok yang direkomendasikan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan ICW (Indonesia Corruption Watch).

Namun, terkait aktivitasnya setelah Pilkada DKI Jakarta usai, Ruhut mengaku belum punya rencana khusus.

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul resmi digantikan posisinya dalam penggantian antar-waktu (PAW) oleh Abdul Wahab Dalimunthe pada rapat paripurna DPR, Kamis (6/4/2017). (tri)

Tidak ada komentar