Rusia-AS Diambang Perang. Dunia, Bersiaplah




Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengeluarkan ultimatum bagi Amerika Serikat. Hal itu disampaikan menyusul serangan lima lusin peluru Kendal canggih ke basis militer Rusia di Suriah.

Kemarin ia mengingatkan bahwa serangan rudal jelajah AS pada pangkalan udara Suriah membuat posisinya berada satu langkah dari kemungkinan bentrok dengan militer Rusia.

Para pejabat AS memang sempat memberitahu pasukan Rusia menjelang penggempuran menggunakan 60 rudal Tomahawk yang diluncurkan dari dua kapal perang di Laut Mediterrania itu – yang dimaksudkan untuk menghukum pemerintah Suriah atas apa yang mereka katakan adalah serangan senjata kimia awal pekan ini.

Mereka meyakinkan bahwa gempuran itu tidak akan menyasar ke personil militer Rusia yang berada di sana.

Citra satelit menunjukkan pangkalan udara Shayrat yang digempur lima lusin rudal itu adalah markas bagi pasukan khusus Rusia, termasuk helikopter militer, sebagai bagian dari upaya Kremlin untuk membantu pemerintah Suriah melawan ISIS dan kelompok militan lainnya.

Medvedev, menulis di media sosial, dengan mengatakan bahwa serangan AS ilegal dan telah “satu langkah dari bentrokan militer dengan Rusia.”

 

Tidak ada komentar