Serangan Rudal Tomahawk AS di Suriah Bisa Picu Perang Dunia III


Rusia merespons serangan rudal-rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS) terhadap pangkalan udara Suriah dengan sikap marah. Serangan AS pada Jumat kemarin bisa memicu Perang Dunia (PD) III, terlebih pasukan Rusia juga berada di lokasi yang diserang AS.

Sebanyak 59 rudal Tomahawk ditembakkan dua kapal perang AS, USS Porter dan USS Ross, di Mediterania timur atas komando Presiden Donald Trump.

Serangan ini sebagai respons AS atas serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun, Idlib, yang menewaskan 74 orang, termasuk 11 bocah. AS menuduh rezim Presiden Bashar al-Assad sebagai pelakunya, meski telah dibantah.

Juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis kepada wartawan mengatakan, pemerintah AS percaya ada pasukan Rusia di sekitar pangkalan udara Shayrat, Suriah, yang jadi target serangan kemarin.

Menurutnya, AS telah melakukan kontak dengan Rusia untuk memperingatkan Moskow dari dampak serangan.

”Pasukan Rusia telah diberitahu sebelum serangan melalui saluran deconfliction yang didirikan,” kata Davis dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip IB Times, Sabtu (8/4/2017). ”Perencana militer AS mengambil tindakan pencegahan untuk meminimalkan risiko bagi personel Rusia atau Suriah yang terletak di lapangan terbang.”

Pangkalan Shayrat diserang karena diyakini AS sebagai sumber serangan senjata kimia di Idlib.

Perdana Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev melalui akun media sosialnya menyebut tindakan AS sebagai satu langkah menuju bentrok dengan militer Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov blakblakan mengutuk serangan AS terhadap sekutu Moskow sebagai tindakan agresi. Dia menegaskan, tidak ada pasukan Rusia yang tewas oleh serangan AS.

“Saya berharap provokasi ini tidak akan menyebabkan kerusakan, dan dapat diperbaiki (untuk hubungan AS-Rusia),” katanya.

Moskow telah merespons serangan AS ini dengan menangguhkan perjanjian perlindungan pesawat-pesawat tempur kedua pihak yang beroperasi di Suriah. Perjanjian ini dirancang untuk mencegah tabrakan jet-jet tempur kedua pihak di langit Suriah dengan cara aktif berkomunikasi. Presiden Vladmir Putin juga mengirim kapal perang Rusia bersenjata rudal jelajah Kalibr ke Suriah untuk mendekati kapal-kapal perang AS yang meluncurkan serangan.

Menurut laporan IB Times, penangguhan perjanjian ini berbahaya dan bisa jadi awal malapetaka menuju Perang Dunia III, terlebih hubungan dua negara kekuatan nuklir terbesar di dunia ini masih retak.

Selain itu, negara-negara di dunia juga mulai bersikap soal dukungan mereka terhadap AS dan Rusia. Uni Eropa, Arab Saudi dan sekutu Teluknya, Turki, Israel hingga Jepang memihak AS dalam serangan terhadap Suriah. Sedangkan, Rusia didukung Iran, Suriah, Irak,  dan sejumlah negara Amerika Latin anti-AS. (sdn)

Tidak ada komentar