Siap-siap! Maskapai dengan Pramugari Cantik Berbikini Akan Terbang ke Indonesia


Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan segera melayani penerbangan Vietnam-Indonesia. Pertengahan 2017, maskapai yang identik dengan pramugari berbikini ini membuka rute Ho Chi Minh- Jakarta.

"Dari aspirasi warga Ho Chi Minh dan sejumlah travel agent yang ada, mereka ingin menuju obyek wisata Indonesia dengan penerbangan langsung. Sampai saat ini belum ada pesawat yang melayani penerbangan dari Vietnam langsung ke lokasi wisata," terang Konjen RI untuk Ho Chi Minh, Jean Anes.

Rencananya, penerbangan perdana untuk rute itu akan dimulai pada pertengahan tahun ini. "Pertengahan tahun ini VietJet akan terbang dari Ho Chi Minh ke Jakarta, sebagai uji coba," kata Jean.

VietJet adalah maskapai berbiaya murah milik miliuner wanita, Nguyen Thi Phuong Thao. VietJet dikenal karena pramugarinya yang bertugas mengenakan bikini.

Pada 2012, VietJet didenda sebesar Rp 12 juta oleh Otoritas Penerbangan Sipil lantaran pramugarinya menampilkan tarian Hawaii sambil berbikini dalam penerbangan dari Ho Chi Minh menuju daerah wisata di Kota Nha Trang.

Mei 2014, para penari berbikini kembali merayakan pembukaan rute penerbangan baru dari Ho Chi Minh ke Singapura.

Berikut rangkuman sejumlah fakta menarik mengenai maskapai berbiaya murah ini.

1.Berkat VietJet, Vietnam punya wakil di daftar orang terkaya dunia

Dari daftar orang terkaya dunia Forbes terbaru terdapat 15 wanita pendatang baru. Di mana, 14 wanita tersebut dari wilayah Asia Pasifik.

Sementara, 10 wanita pendatang baru ini kembali datang dari China. Menariknya, Vietnam untuk pertama kalinya menyumbang melalui Nguyen Thi Phuong Thao. Dia adalah bos dari VietJet Air, maskapai penerbangan murah, yang baru saja IPO pada Februari lalu.

Pada tahun ini, kaum hawa menempatkan 227 orang dalam daftar orang terkaya versi Forbes.

2.Pramugari berbikini cuma ada saat promosi rute baru

Bos VietJet, Nguyen Thi Phuong Thao, tidak takut dengan sorotan publik dan kontroversi. Di mana, pada 2012, VietJet membuat heboh media dengan menampilkan pelayanan penerbangan dengan pramugari berbikini.

Direktur pengembangan VietJet, Vu Pham Nguyen Tung, mengatakan pramugari berbikini bagian dari promosi bagian kehumasan.

Strategi bikini nyatanya cukup ampuh. Caranya berhasil menaikan pamor VietJet. Meski saat ini, layanan tersebut telah ditiadakan, namun, masyarakat tetap mengingat maskapainya.

"Jika suatu 'keindahan' dapat membantu pelanggan kami senang maka kami akan selalu mencobanya," jelas Thao.

3.Dalam 5 tahun, VietJet salip pencapaian maskapai terbesar Vietnam

Nguyen Thi Phuong Thao (45) mampu membawa VietJet menjadi maskapai besar melebihi perusahaan penerbangan milik pemerintah Vietnam, Vietnam Airlines, hanya dalam waktu kurang dari lima tahun.

Belum lama ini, VietJet tercatat melakukan aksi korporasi mencengangkan. Mereka memesan 100 pesawat Boeing 737 MAX 200 senilai USD 11,3 miliar atau setara dengan Rp 153 triliun.

4.VietJet berambisi jadi Emirates dari Asia

Bukan rahasia lagi bahwa bos VietJet Nguyen Thi Phuong Thao mengagumi maskapai pemerintah Dubai, Emirates. Dia menjadikan Emirates pedoman dalam membangun bisnis maskapainya.

"Mereka bervisi global. Emirates adalah maskapai negara kecil namun ingin menguasai dunia," ujar Thao.

Thao berambisi menguasai dunia namun tidak meninggalkan konsep penerbangan murahnya. Dia yakin penerbangan murah tetap dapat memberikan pelayanan kelas atas.

5.Setelah Jakarta, VietJet berencana sapa Bali

Konjen RI untuk Ho Chi Minh, Jean Anes, mengatakan VietJet nantinya tak hanya membuka rute Ho Chi Minh- Jakarta, tetapi juga Ho Chi Minh-Bali. Namun, untuk rute yang kedua itu akan dibuka setelah mengkaji pelaksanaan rute Ho Chi Minh-Jakarta.

"Warga Ho Chi Minh dan sejumlah travel agent yang ada maunya satu. Mereka ingin menuju obyek wisata Indonesia dengan penerbangan langsung. Bukan transit ke Jakarta seperti selama ini. Terlalu lama dan berbiaya mahal jika ke Bali atau Jogja harus mampir Jakarta dulu. Sebab, sampai saat ini belum ada pesawat yang melayani penerbangan dari Vietnam langsung ke lokasi wisata," jelasnya.

Konektivitas udara memang menjadi kendala kedua negara. Sebab saat ini, hanya ada satu penerbangan dengan rute Ho Chi Minh-Jakarta (PP) yang dijalankan maskapai Vietnam Airlines.

[mc]

Tidak ada komentar