Warga Tionghoa Lombok : Menyesal dan Malu, Saya Tidak Suka Sikap Rasis Teman Tionghoa


Insiden penghinaan terhadap Gubernur NTB, TGH, M. Zainul Majdi oleh salah seorang keturunan Tionghoa berinisial SHS di Bandara Changi, Singapura beberapa waktu lalu, membuat sejumlah warga NTB geram.

Kendati pun pria yang menghina itu sudah menyatakan permintaan maafnya secara tertulis dan disambut baik oleh sang Gubernur. Namun demikian, seorang keturunan Tionghoa asal Mataram sendiri, Hadi Guna Hiureka menyayangkan kejadian tersebut.

“Menyesal dan malu sekali dengan kejadian ini, TGB sudah sangat baiknya terhadap orang Tionghoa Lombok, dihina dengan sangat kasar, merendahkan dan rasis sekali oleh seorang oknum Tionghoa. Tapi beliau begitu berbesar hati mau memaafkan,” ujarnya, Jumat (14/4).

Menurutnya, secara pribadi Hadi merasa tidak suka dengan masih adanya sikap rasis yang ditunjukan dari sebagian kecil sesama etnisnya. Mengenai apa yang sudah menimpa Gubernur, ia merasa menyesal dan malu.

“Ngak bisa komentar apa-apa tentang kasus ini selain menyesal dan malu sekali, saya tidak suka dengan sikap rasis sebagian kecil teman-teman Tionghoa,” ucapnya.

Dia berharap, dengan adanya kejadian ini bisa menjadi sebuah pelajaran berharga untuk saling menghormati antar semua umat beragama, etnis, maupun golongan.

“Semoga jadi pelajaran bagi kita dan yang lainnya, agar dikemudian hari tidak terulang lagi seperti ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kejadian itu terjadi pada Minggu (9/4) lalu sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Kala itu TGB bersama istri tengah mengantre di counter Batik Air yang ada di Bandara Changi, Singapura untuk bertolak ke Jakarta. Namun dari arah belakang tiba-tiba muncul seorang yang kemudian protes karena merasa antre lebih dulu.

SHS menduga Gubernur langsung masuk ke dalam antrean. Padahal, TGB hanya sejenak meninggalkan antrean untuk bertanya kepada petugas. Dia meninggalkan sang istri untuk tetap berada dalam baris antrean. Persoalan cuma dipicu salah paham. [knt]

Tidak ada komentar