Biarawati Ini Bantu Pastor Perkosa Puluhan Anak Tuna Rungu Dengan Dalih Transfer Ilmu



Seorang biarawati Katolik Roma kelahiran Jepang, Kosaka Kumiko, 42, didakwa atas tuduhan membantu pastor melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak tunarungu di Argentina. Para korban merupakan murid sekolah bagi penyandang tunarungu.

Kasus ini terbongkar tahun lalu di sebuah sekolah di Lujan de Cuyo, sebuah kota yang berjarak sekitar 620 mil sebelah barat laut Buenos Aires. Menurut laporan penyelidikan, serangan asusila diduga dilakukan di kamar mandi, asrama, taman dan ruang bawah tanah di kompleks sekolah.

Kumiko terseret dalam skandal asusila ini setelah seorang mantan murid menuduh biarawati itu menyuruhnya memakai popok untuk menutupi pendarahan setelah dia diperkosa oleh pastor Horacio Corbacho.

Dalam sidang delapan jam pada Kamis malam, Kumiko yang dijuluki media dengan sebutan “angel from hell” ini menyangkal tuduhan.

”Saya tidak bersalah. Ini salah satu cara transfer ilmu supaya mereka lebih memahami ajaran” katanya kepada petugas pengadilan, yang memerintahkannya untuk dibawa ke tahanan di penjara wanita guna penyelidikan lebih lanjut.

Biarawati, yang memiliki kewarganegaraan Argentina, juga didakwa melakukan pelecehan fisik terhadap para murid Antonio Provolo Institute.

Sedikitnya 24 murid dari sekolah itu datang untuk membuat tuduhan terhadap pastor Corbacho, pastur Nicola Corradi dan tiga orang lainnya.

Para korban mengaku bahwa kedua pastor Katolik Roma terus memperkosa mereka di samping gambar Perawan Maria.

Polisi menangkap lima tersangka pada November lalu. Dalam penangkapan, polisi  menemukan sejumlah majalah porno dan uang tunai sekitar USD34.000 di kamar Corradi.

”Mereka selalu mengatakan ini permainan; ‘Ayo kita mainkan, ayo kita mainkan’, dan mereka akan membawa kita ke kamar mandi anak perempuan,” salah satu korban yang disiksa di sekolah Argentina tersebut, seperti dikutip AP, Minggu (7/5/2017).

Mereka ditahan di sebuah penjara di Mendoza dan belum berkomentar secara terbuka sejak ditangkap.

Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi hukuman 50 tahun penjara. Corradi sebelumnya dituduh di Italia menyalahgunakan siswa di Provolo Institute di Verona, sebuah sekolah terkenal untuk para penyandang tunarungu, di mana ratusan anak-anak diyakini telah diserang secara seksual selama bertahun-tahun oleh dua lusin pastor.[rs]

Tidak ada komentar