Info Tragedi Natuna Simpang Siur, TNI Diminta Keluarkan Pernyataan Resmi



Informasi tragedi Natuna masih simpang siur. Penyebab kecelakaan saat gladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) belum diketahui secara pasti.

Kecelakaan tragis itu menyebabkan empat prajurit TNI meninggal dunia. Enam lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit.

Kabarnya, empat TNI gugur dalam latihan karena tertembak drone. Namun informasi lain menyebutkan kecelakaan itu akibat meledaknya meriam buatan China merek Chang Chong.

Untuk meluruskan informasi tersebut, TNI diminta segera mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

“TNI perlu memberikan penjelasan resmi dan detail mengenai kejadian ini,” ujar Anggota Komisi I DPR Elnino M Husein Mohi melalui keterangannya, Rabu (17/5).

Apalagi diketahui, kecelakaan saat latihan tersebut merenggut empat prajurit TNI. Katanya mereka perlu dikembalikan kepada keluarga disertai dengan permintaan maaf.

“Dan pemberian penghargaan yang pantas kepada almarhum,” sebut Elnino.

Sementara untuk korban yang mengalami luka parah, menurutnya perlu  penanganan yang cepat.

“Korban yang tidak meninggal dunia mesti segera diselamatkan,” tegas politikus Partai Gerindra itu.

Di sisi lain, Elnino meminta TNI segera memberi klarifikasi mengenai proses pembelian alutsista serta sistem quality control yang dijalankan institusi tersebut.

“Saya percaya TNI masih dapat diandalkan untuk menjaga republik ini, tapi jangan sampai kejadian seperti ini akan menurunkan wibawa TNI di mata nasional atau di mata internasional,” sambungnya.

Dia mengusulkan, komisi I DPR harus mengundang Mabes TNI dan Kemenhan untuk memperoleh informasi mendetail mengenai penyebab dari kecelakaan tersebut.

“Komisi I DPR RI perlu mengundang pihak Mabes TNI dan Kemenhan untuk memperoleh penjelasan yang detail dan reliabel,” pungkas Elnino.

Diketahui, tragedi Natuna menyebabkan empat anggota TNI gugur, yakni, Pratu Marwan, Praka Edy, Pratu Ibnu Hidayat, dan Danrai Kapten Arh Herubelum.

Sementara yang selamat namun mengalami luka di bagian tubuhnya yakni, Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Pratu Ridai, Pratu Didi Hardianto, Sertu Blego Switage.

Di sisi lain, Elnino meminta TNI segera memberi klarifikasi mengenai proses pembelian alutsista serta sistem quality control yang dijalankan institusi tersebut.

“Saya percaya TNI masih dapat diandalkan untuk menjaga republik ini, tapi jangan sampai kejadian seperti ini akan menurunkan wibawa TNI di mata nasional atau di mata internasional,” sambungnya.

Dia mengusulkan, komisi I DPR harus mengundang Mabes TNI dan Kemenhan untuk memperoleh informasi mendetail mengenai penyebab dari kecelakaan tersebut.

“Komisi I DPR RI perlu mengundang pihak Mabes TNI dan Kemenhan untuk memperoleh penjelasan yang detail dan reliabel,” pungkas Elnino.

Diketahui, tragedi Natuna menyebabkan empat anggota TNI gugur, yakni, Pratu Marwan, Praka Edy, Pratu Ibnu Hidayat, dan Danrai Kapten Arh Herubelum.

Sementara yang selamat namun mengalami luka di bagian tubuhnya yakni, Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Pratu Ridai, Pratu Didi Hardianto, Sertu Blego Switage.
(ps)

Tidak ada komentar