Kepolisian Singapura Bikin Ahoker Gigit Jari : Visa Akan Dicabut Jika Lakukan Aksi di Singapura



Aksi dukungan kepada Ahok di berbagai daerah, termasuk di luar negeri mulai dilakukan oleh Ahoker dalam beberapa hari ini.

Tetapi mereka harus gigit jari jika ingin melakukannya di Singapura. Hal ini terkait pernyataan pihak kepolisian Singapura terhadap aksi-aksi yang dilakukan Ahoker di beberapa negara.

Kepolisian Singapura memberi peringatan keras terahadap rencana warga negara asing (Warga Negara Indonesia di Singapura) yang akan menggelar aksi mendukung terdakwa penista agama Basuki T Purnama (Ahok) di ruang publik atau di titik-titik kota Singapura.

“Polisi ingin mengingatkan masyarakat bahwa mengorganisir atau berpartisipasi di ruang publik tanpa izin Polisi adalah tindakan ilegal di Singapura,” begitu bunyi keteranga tertulis Kepolisian Singpura yang dikutip kantor berita politik RMOL melalui akun Facebook resmi Singapore Police Force, Sabtu (13/5).

Menurut kepolisian negeri singa itu, menyampaikan melakukan aksi di Singapura hanya diperbolehkan bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap yang telah diberikan izin resmi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Kepolisian Singapura akan menindak tegas jika aksi menyampaikan pendapat tetap dilakukan, itu artinya melanggar hukum dan akan diberikan saksi keras bahkan sampai ancaman pencabutan visa.

“Orang asing yang berkunjung atau tinggal di Singapura harus mematuhi undang-undang kami. Mereka seharusnya tidak mengimpor politik negara mereka sendiri ke Singapura. Mereka yang melanggar hukum akan ditangani dengan tegas, dan ini mungkin termasuk penghentian visa atau izin kerja jika berlaku,”demikian bunyi peringatan yang dikeluarkan pihak Kepolisian Singapura. [pkn]

Tidak ada komentar