Mengerikan! Ternyata Ini Bahan Peledak Bom Kampung Melayu


TKP Bom Kampung Melayu (Foto : jawapos)
Soal bahan peledak bom di Kampung Melayu, Wakapolri Komjen Syafruddin mengungkapkan bahwa materinya adalah TATP (triacetone triperoxide). Bahan itu banyak digunakan dalam serangan teroris beberapa tahun terakhir. 

Sifat TATP yang sensitif memperkuat indikasi bahwa kedua pelaku Ichwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS) adalah anggota jaringan besar. “Pasti mereka diajari lebih dulu oleh para ahli dari satu jaringan besar, JAD,” kata Syafruddin.

Menurut Syafruddin TATP begitu mengerikan. Sebab, bahan itulah yang belakangan paling banyak digunakan teroris untuk melakukan serangan karena sifatnya yang mudah dibuat dan aman dibawa ke mana-mana. Termasuk naik pesawat.

Salman Abedi, pelaku bom bunuh diri di pengujung konser Ariana Grande di Manchester pada Senin malam (22/5), juga menggunakan TATP Serangan itu menewaskan 22 orang dan melukai puluhan lainnya. 

Sebelumnya, 22 Maret 2016 di Brussel, Belgia, serangan teroris juga menggunakan TATP. Tiga serangan serentak di bandara dan stasiun kereta itu menewaskan 35 orang. Tiga orang di antara mereka adalah pelaku.

Aksi biadab pada 13 November 2015 di Paris juga menggunakan TATP. Lebih masif jika dibandingkan dengan di Brussel, serangan di Paris itu terjadi di enam lokasi secara serentak. Akibatnya, 137 korban tewas.

Ibu kota Inggris, London, juga pernah mengalami serangan bom TATP pada 7 Juli 2005. Serangan dilakukan empat teroris. Sasarannya adalah alat transportasi publik ketika jam sibuk. Korban yang meninggal dalam peristiwa itu mencapai 56 orang.

"Ini memang bahan yang sangat membahayakan. Punya daya ledak tinggi," ucap Syafruddin. "Daya luncurnya mencapai 5.100 meter per detik," lanjutnya.(jp)

Tidak ada komentar