Putin Siap Berikan Rekaman Percakapan Antara Trump dan Lavrov



Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Rabu (17/5), mengatakan, dirinya siap memberikan rekaman percakapan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika bertemu di Gedung Putih pekan lalu. Ini merupakan keputusan Putin merespons krisis politik AS, yang ia sebut sebagai “skizofrenia politik”, pasca-pertemuan antara Lavrov dengan Trump. 

Setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump dituduh memberikan informasi rahasia AS kepada Lavrov. Adapun informasi tersebut yakni tentang adanya potensi ancaman teror ISIS melalui perangkat elektronik yang diselundupkan ke dalam pesawat. Trump sendiri membantah tuduhan tersebut dan menyebut dirinya memiliki hak mutlak untuk berbagai informasi terkait ancaman teror. 

Merespons kegaduhan politik yang terjadi pasca-pertemuan Trump dengan Lavrov, Putin berpendapat bahwa politisi AS tampaknya sengaja memprovokasi sentimen anti-Rusia yang bodoh dan berbahaya. “Pada saat yang sama, kita melihat bagaimana skizofrenia politik berkembang di AS. Tidak ada cara lain untuk menjelaskan tuduhan terhadap presiden tersebut tentang berbagi beberapa rahasia dengan Lavrov,” kata Putin seperti dilaporkan laman NBC News. 

Ia juga tak segan untuk memberikan rekaman percakan antara Trump dengan Lavrov bila AS menganggap hal itu perlu. “Jika AS menganggap perlu, kami siap memberikan kepada Senat dan Kongres AS rekaman percakapan antara Lavrov dan Trump,” ujar Putin. 

Trump bertemu dengan Lavrov di Gedung Putih pada 10 Mei lalu. Pejabat dan mantan pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Washington Post bahwa dalam pertemuan tersebut Trump membeberkan informasi intelijen berharga yang dimiliki AS terkait ISIS kepada Lavrov. Informasi tersebut bahkan dikabarkan tidak diberikan AS kepada sekutunya sendiri. [rol]

Tidak ada komentar