Saat Orang Asyik Menonton Angklung, Pria Mesum Ini Kesempatan Gesekkan 'Anunya' ke Kelamin Perempuan


Ilustrasi pelecehan seksual
Seorang pria berinisial AP ditangkap karena kedapatan menggesekkan alat kelamin ke seorang perempuan di Malioboro, Yogyakarta Kamis (25/5). Peristiwa pelecehan ini terjadi di depan Toko Mega yang berada di Jalan Malioboro.

Anunggra, seorang petugas di UPT Malioboro menceritakan bahwa AP diketahui sedang menggesekkan kelaminnya ke seorang perempuan saat sedang menonton pertunjukan angklung.

Di tengah keasyikan para pengunjung Malioboro menikmati pertunjukan dari para pemain angklung, AP justru mengambil kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual.

"Pelaku kami ketahui sedang menggesekkan kelaminnya ke seorang perempuan. Lalu kami amankan," ungkap Anunggra, Jumat (26/5).

Anunggra menerangkan bahwa saat ditangkap, AP nyaris menjadi sasaran amuk para pengunjung Malioboro. AP, lanjut Anunggra, sudah akan dihakimi massa saat diamankan.

"Untuk menghindari massa, AP pun kami bawa ke Mako UPT Malioboro. Dari keterangan AP, diketahui bahwa dia merupakan warga Pugeran, Maguwoharjo, Sleman," jelas Anunggra.

Anunggra menuturkan bahwa saat berada di Mako UPT Malioboro, AP diminta untuk membuat surat pernyataan. Surat pernyataan, kata Anuggra berisi bahwa pelaku tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

"Setelah membuat surat pernyataan, AP kami serahkan ke Polsek Gondomanan untuk diproses," pungkas Anunggra.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polsek Gondomanan, AP diketahui menggesekkan kelaminnya ke pantat pengunjung Malioboro karena takut dicurigai sebagai copet.

Kapolsek Gondomanan, Kompol Riyanto mengatakan bahwa AP ditangkap petugas UPT Malioboro saat sedang berdesak-desakan dengan pengunjung lain yang sedang menonton pertunjukkan angklung di depan Toko Mega, Malioboro.

"Kejadian di Malioboro itu bukan pelecehan seksual. Pelaku ditangkap oleh petugas UPT Malioboro karena dicurigai sebagai copet. Saat ditangkap AP hanya mengaku menggesek-gesekkan kelaminnya ke pantat perempuan dan tak mengaku akan mencopet," ujar Riyanto, Sabtu (27/5).

Riyanto menerangkan bahwa saat korban yang dianggap dilecehkan oleh AP diperiksa, korban tak merasa ada pelecehan seksual. Korban, kata Riyanto tidak merasa ada sentuhan apapun di tubuhnya.

"Mungkin pelaku takut disangka copet sehingga mengaku pada petugas UPT Malioboro hanya menggesekkan kelaminnya saja. Padahal menurut korban tidak ada pelecehan apapun," ungkap Riyanto.

Karena korban tak merasa dilecehkan oleh AP, ucap Riyanto, AP pun akhirnya dilepaskan. Sebelum dilepas, AP sempat mendapatkan pembinaan.

"Kemarin (Jumat) pagi sudah kami lepaskan. Korban tidak merasakan ada pelecehan. Tidak ada laporan dari korban dan tidak ada barang bukti apapun. Karena enggak ada tindak pidana akhirnya dilepaskan setelah sempat dibina," pungkas Riyanto. [mc]

Tidak ada komentar