Seenaknya Klaim Pertumbuhan Indonesia Terbesar Ke-3 di Dunia, Jokowi Kembali Permalukan Indonesia



Pada lawatannya ke Hongkong, Jokowi menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India, mengundang reaksi dan dicemooh dunia.

Seorang pengamat ekonomi Jake Van Der Kamp menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo dalam kolom opini bisnisnya di South China Morning Post (SCMP).

Pada edisi 1 Mei SCMP, Jake Van Der Kamp memberi judul opininya sangat menghentak. “Opinion : Sorry President Widodo, GDP Ranking are Economists’ Equivalent of Fake News.” 

[http://www.scmp.com/business/article/2092048/opinion-sorry-president-widodo-gdp-rankings-are-economists-equivalent-fake]

Si Jake mengutif ucapan Jokowi. “Indonesia’s economic growth is the third in the world after India and China,” said Indonesian President Joko Widodo.

Dengan nada yang menyeleneh, Jake menulis opininya dengan kalimat : Third in the world, is it? What world is that?

Pernyataannya tersebut seakan balik bertanya dari mana angka pertumbuhan ekonomi Indonesia berada nomor ketiga dunia tersebut.

Selanjutnya Jake menguraikan pendapatnya. Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,02 persen itu hanya berada di urutan ke-13. Urutan tersebut pun bukan dunia tetapi di kawasan Asia.

Jake pun menjelaskan siapa saja negara yang masuk 12 besar dalam pertumbuhan ekonomi Asia tersebut. Dia menulis India 7,5 persen, Laos 7,4 persen , Myanmar 7,3 persen, Kamboja 7,2 persen, Bangladesh 7,1 persen, Filipina 6,2 persen, China 6,7 persen, Palau 5,5 persen, dan Timor Leste 5,5 persen.

Kemudiana Ia melanjutkan pernyataan yang bikin penasaran. “Don’t let the facts get in way of good story.”

Tentu Jake yang menuduh Jokowi telah ‘mengarang cerita soal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hebat’ kembali menyita perhatian publik dunia.

Sampai kapan berhenti mempermalukan Indonesia Mr. Presiden? (pkn)

Tidak ada komentar