Sistem Pertahanan Rudal Rusia Sangat Tangguh, Masihkah Ada Celah?


Pertahanan rudal Rusia S-400
Pada awal tahun 2017 Departemen Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa resimen Angkatan Aerospace sistem rudal permukaan ke udara dilengkapi dengan sistem rudal  S-400 Triumf telah ditepatkan di Moskow  Oblast.

Ditempatkan di Distrik Solnechnogorsky  Resimen SAM 584 SAM  adalah resimen kelima di Oblast yang  dilengkapi dengan S-400, sehingga jumlah total batalyon Triumf yang dikerahkan di sekitar ibukota untuk 10 (dua per resimen).

Dengan kata lain, lebih dari satu dari empat batalyon S-400 yang saat ini dalam pelayanan dengan militer Rusia  ditempatkan tidak jauh dari Moscow City.

Mengingat bahwa satu batalion S-400  biasanya terdiri dari delapan kendaraan transporter-erector-launcher (TEL) maka bisa disebut  jumlah total TEL S-400 di Moskow Oblast berjumlah sekitar 80.
The Triumf,  bukan satu-satunya sistem SAM yang digunakan oleh Angkatan Aerospace Rusia di Oblast. Selain sepuluh battalion S-400, masing-masing dari lima resimen termasuk satu batalion sistem rudal jarak pendek Pantsir-S1 / 2  yang ditujukan untuk melindungi  S-400 dan aset penting lainnya dari serangan senjata presisi dipandu.

Dua dari resimen S-400 juga dilengkapi dengan sistem yang lebih tua tapi masih tangguh yakni seri  S-300PM. Sebuah  resimen dengan tiga S-300 PM  juga ditempatkan di sekitar ibukota.

Sebanyak delapan resimen SAM (termasuk dua resimen radio-technical ) membentuk 1st Air and Missile Defense Army’s 4th dan 5th Air Defense Divisions  yang berfungsi sebagai baris terakhir pertahanan untuk melindungi Ibukota dan pemimpin Rusia.

Para pejabat militer Rusia telah memberi perhatian khusus pad ancaman yang datang dari rudal jelajah yang terbang rendah dan perkembangan rudal hipersonik yang semakin mengambil bentuknya. Untuk itu Rusia telah mengambil langkah dengan meningktkan kemampuan S-400 untuk mampu mendeteksi dan mencegat mereka.

Langkah-langkah ini mencakup penyebaran radar mobil 96L6 yang mampu untuk mendeteksi target pada ketinggian hingga 100 km (60 mil), serta integrasi rudal jarak jauh baru berkecepatan tinggi 48N6DM dan 40N6  dengan rentang maksimum operasional 250km  dan 400 km. Tetapi rudal yang terakhir belum beroperasi.

Mobilitas tinggi, penyebaran dalam wilayah yang rapat, radar dan rual yang canggih menjadikan banyak pejabat militer Rusia yakin mereka akan mampu melawan ancaman yang mencoba mengusik Ibukota. Mereka meyakini  berkat penambahan sistem SAM baru Moskow dilindungi dari serangan udara dengan probabilitas dari 99%.

Sistem benteng pertahanan udara ini memang akan sangat mampu untuk melawan ancaman serangan udara terutama dari pesawat non siluman. Tetapi masih ada celah yang cukup serius yakni kemampuan Rusia  melawan pesawat dan rudal jelajah siluman yang sulit dideteksi.  Rusia masih terus bekerja untuk menutupi celah ini.

Rusia memang sedang mengembankan sistem rudal S-500, tetapi sejumlah pihak masih meragukan apakah akan ada peningkatan yang signifikan dari S-400. S-500 Triumfator -M paling mungkin berorientasi pada pertahanan untuk melawan rudal balistik dan  senjata hipersonik.

Sebuah prototipe  S-500 diharapkan akan selesai pada tahun 2020, dan resimen operasional pertama – juga direnanakan untuk melindungi Moskow dan wilayah ekonomi penting.[jt]

Tidak ada komentar