Statusnya Dibanjiri Kritik, Afi Nihaya Faradisa Balas Dengan Status yang Makin Menohok Orang Dewasa


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat selfie bersama Afi Nihaya di Kantor Pemda Banyuwangi
Nama Afi Nihaya Faradisa telah menjadi topik perbincangan hangat di dunia maya beberapa hari terakhir.

Keberaniannya memposting berbagai ide-ide kritis membuat dirinya mencuri perhatian publik.
Meski masih duduk di bangku SMA, siswi asal Banyuwangi ini telah menuliskan buah pikiran mendalam mengenai keberagaman yang dialami bangsa Indonesia.

Bahkan salah satu statusnya, yang berjudul "Warisan" telah dishare lebih dari 15 ribu kali dan mendapat like 30 ribu lebih.

Keberanian Afi ini kemudian membuat pihak Facebook harus menangguhkan sementara akunnya.
Meski banyak yang mendukung aksi Afi, gadis yang telah memiliki followers Facebook lebih dari 400 ribu orang ini juga menuai banyak surat terbuka.

Afi bahkan kerap menuai banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak menyukai aksinya.
Merasakan kondisi penuh dengan tekanan ini nampaknya Afi ingin mencurahkan isi hatinya kepada para adik-adik SMP dan SMA.

Hal ini diungkapkannya dalam Facebook, Minggu (23/5/2017).
Afi menuliskan pesan tersebut dengan judul "CARA AGAR HIDUPMU DAMAI DI NEGERI INI'

"Teruntuk adik-adikku di SMP dan SMA, jangan pernah bersuara.
Jangan pernah percaya diri untuk tampil berbeda.
Jangan bersikap kritis.
Jangan berpendapat.
Jangan suarakan keresahan kalian.
Jangan berpikir macam-macam, apalagi sampai berani mempertanyakan sebuah keadaan yang telah lama tertata.

Kalian tahu, para orang dewasa itu kadang-kadang membingungkan.
Mereka ingin negara mereka maju, tapi suara yang menyeru kemajuan ramai-ramai dibungkam hanya karena mereka tidak ingin ego mereka sebagai pihak-lebih-tua-yang-selalu-benar akan terusik.

Hanya karena mereka tidak mau posisi mereka sebagai orang yang lebih superior tercabik.
Mereka tidak mau dibangunkan dari tidur panjang, tak seorangpun ingin kehilangan kenyamanan." begitulah pembukaan dalam status Afi.

Afi menginginkan agar pada adik-adik di bawahnya untuk hidup biasa dan sederhana.

"Sekolah ya sekolah saja.
Datang, duduk, kerjakan tugas, ujian, pulang.
Jangan berani mengkritik sistem pendidikan, guru, atau peristiwa di sekitarmu. Kau hanyalah bocah yang tak tahu apa-apa, lalu apa hakmu untuk bersuara?"

Tak hanya itu, Afi mencoba untuk menceritakan kembali tujuan awalnya untuk mengajak berpandangan dari berbagai sisi.

"Ia hanya menyampaikan bahwa bersikap takwa dan setia pada agama tidak harus dengan mendiskreditkan keyakinan yang berbeda.
Betapa susahnya memahami hal sesederhana itu saja, sampai-sampai bullyan tak hentinya datang.
Adik-adikku sayang,
Ingatlah yang kakak sampaikan.
Jangan terlalu tinggi harapan!

Kau lihat sendiri, di negeri ini,
Korupsi, rusak moral, dan sepi nalar tidak apa-apa, asalkan kau tidak berkata terlampau jujur terhadap realita." tutupnya.

Berbagai dukungan diberikan netter untuk status yang mungkin juga menjadi curhatan Afi.

Ardhian Wijanarko : "Sik sabar y Dek... Anggep ini sebuah kerikil tajam yang memang harus dhadapi.. Jangan menunduk karena mempertahankan jati diri. Banyak yang support kok.. Tetap tabah y Dek Afi Nihaya Faradisa ^^"

Aryani Murcahyani : "Tetaplah menjadi sumber inspirasi. Banyak yg tergerak oleh tulisanmu, percayalah ... gelombang perubahan sedang terjadi. Kita bergerak bersama2 .... " 
[tri]

Tidak ada komentar