Waduh... Di SD Negeri Ini Ujian Nasional Hanya Diikuti Satu Siswi Saja


Siswi SDN Tanjungkenongo sendirian kerjakan soal UN
Pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD-MI yang dilaksanakan mulai hari ini, Senin (15/5), di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Mojokerto, Jatim, hanya diikuti satu siswi. Ini karena beberapa tahun terakhir, SDN ini kekurangan siswa.

Satu siswi yang mengikuti US adalah Kholipah (12), asal Dusun Sumberglagah, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Mojokerto. Kholifah satu satunya siswi, sendirian melaksanakan proses belajar mengajar sejak kelas satu.

"Sejak kelas 1, Kholipah ini sendirian menngikuti proses belajar mengajar, karena memang anak anak sekitar sekolah lebih memilih sekolah lain," kata Suharno, Kepala SDN Tanjungkenongo, Senin (15/5).

Menurut Suharno, meskipun sendirian mengikuti Ujian Nasional, tetap harus mematuhi semua peraturan, waktu pengerjaan soal ujian, dan pengawasan di kelas.

"Dua tenaga pengawas dilakukan silang dengan sekolah lain, satu tenaga pengawas dari MI Candi Watu, dan satu orang pengawas dari SDN Kembangbelor, Pacet," jelasnya.
Siswi SDN Tanjungkenongo sendirian kerjakan soal UN 2017
Sebelum mengikuti ujian, persiapan materi maupun mental sudah dilakukan jauh hari. Guru kelas memberikan materi dan pemahaman terkait mata pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Nasional.

"Guru kelas terus memberikan pemahaman dan pelatihan mata pelajaran yang akan diujikan dalam UN, termasuk persiapaan mental melalui motivasi supaya tetap tenang dalam mengerjakan setiap soal yang diujikan," ujar Suharno.

Sementara Kholifah, mengaku sudah siap mengikuti ujian. Sebelum pelaksanaan ujian, selalu dibimbing guru kelas, terutama 3 mata pelajaran yang akan diujikan.

"Siap, sebelumnya belajar sama Bu Guru, dan latihan soal," kata Kholipah, usai melaksanakan UN hari pertama, Senin (15/5).

Sementara di SDN Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, total siswa yang tercatat ada 9 anak. Kelas I dua anak, kelas II tidak ada siswanya, kelas III tiga siswa, kelas IV dua siswa, kelas V satu siswa, dan kelas VI satu siswi.

"Total siswanya ada 9 anak, tapi dua anak yang kelas I, belum tercatat di sekolah karena belum cukup umur, satunya lagi tidak pernah masuk sekolah, tapi kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan," tambah Suharno.

Diketahui, pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD-MI, dilaksanakan 3 hari, mulai Senin (15/5) sampai hari Rabu (17/5) lusa. Tiga mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). 

[mc]

Tidak ada komentar