Makin Sadis, Geng Motor Bacok Peserta Sahur On The Road Secara Membabi Buta


Ilustrasi geng motor bacok warga

Kegiatan Sahur On The Road (SOTR) kembali berujung ricuh dan memakan korban. Sebanyak 13 peserta SOTR mengalami luka bacok di Jalan Penjernihan Tanah Abang Jakarta Pusat, kemarin (19/6) sekitar pukul 02.40. Pelakunya diduga sekelompok geng motor.

Peristiwa tersebut persisnya terjadi di dekat TPU Karet Bivak dan dekat SPBU Penjernihan. Dalam aksi kekerasan kali ini, para pelaku menyerang rombongan SOTR yang tengah konvoi, sehingga mengakibatkan 13 orang terluka  terkena sabetan senjata tajam.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto menjelaskan, para pelaku menyerang begitu saja tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut diketahui dari keterangan para saksi mata di lokasi kejadian maupun saksi-saksi yang menjadi korban kekerasan. 

”Jadi saat kejadian rombongan itu (SOTR) sedang melintas. Ketika itu mereka berpapasan, lalu para pelaku menyerang begitu saja menggunakan senjata tajam. Akibatnya, 13 orang terluka akibat senjata tajam. Penyebabnya nggak ada,” ujar Suyudi di Mapolda Metro Jaya, kemarin (19/6).

Dia menambahkan, dari keterangan saksi-saksi mata pula diketahui kalau rombongan para pelaku membawa bendera besar semacam atribut kelompok bertuliskan VOC. Setelah melakukan penyerangan secara membabi buta, para pelaku langsung bergegas kabur menuju arah Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Dilanjutkan Suyudi, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima informasi adanya penyerangan. Selanjutnya seluruh aparat Polres Jakarta Pusat langsung menyebar untuk mencari para pelaku.

Sedangkan para korban langsung dievakuasi di RSCM untuk mendapat perawatan. Hasilnya, sekitar pukul 03.00, lanjut Suyudi, pihaknya berhasil menangkap empat pemuda yang kedapatan membawa sajam. 

Keempat pemuda itu diciduk di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat. Keempatnya adalah, Ernezt Prasetya (21), dengan barang bukti golok yang disembunyikan dibalik jaketnya, Ahmad Fauzi (21), dengan barang bukti pisau penghancur es batu semacam gancu es batu, MN (15), dan Riki Setiawan (18), yang keduanya mengendarai sepeda motor.

Menurut Suyudi, keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap keterlibatan mereka dalam kasus penyerangan itu. ”Keterlibatan mereka masih kita dalami, apakah terkait dengan pengeroyokan tersebut atau tidak," terangnya. Pihaknya menduga komplotan pelaku masuk adalah kawanan geng motor VOC. 

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan bahwa para pelaku diduga geng motor VOC. Guna menciptakan situasi Kamtibmas Kondusif menjelang Idul Fitri. Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan Tim Eagle One melakukan patrol di wilayah pengamanannya, kemarin (19/6) dini hari. 

Terpantau saat tim Eagle One Polres Metro Jakarta Selatan yang melintas di Jalan Rasuna Sahid, Kuningan, Setiabudi, berpapasan dengan rombongan SOTR yang akan menuju ke Monas. Rombongan tersebut langsung diberhentikan dan pihak kepolisian langsung melakukan sweeping.

Kepala Tim Eagle One Ipda Agus Tohidin mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan satu persatu termasuk barang bawaannya. ”Kegiatan patroli dalam rangka mencegah tawuran dan menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif aman dan nyaman dirasakan warga masyarakat menjelang Lebaran,” pungkas Agus.(jp)

Tidak ada komentar