Menag Lukman Mengaku Tidak Ada Kriminalisasi Ulama, Netizen : Buta Mata dan Hati



Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengaku tidak melihat ada kriminalisasi ulama di Indonesia. Ia merasa, proses hukum yang menimpa sebagian ulama belum selesai, sehingga tak bisa menyimpulkan sesuatu.

“Saya mengatakan tidak ada, bagi saya tidak ada karena ini baru awal proses hukum,” kata Lukman, Senin (5/6).

Ia mengajak, masyarakat menduduki terlebih dulu istilah kriminalisasi yang tentu memiliki banyak persepsi. Tapi, sejauh pengamatannya, Lukman merasa penegakan hukum belum selesai. Dengan begitu sulit menilai proses yang belum selesai.

Terlebih, proses hukum belum masuk ke persidangan yang belum membuktikan apa-apa sejauh ini. Maka itu, menangani selisih, konflik dan sengketa, ada dua cara yang bisa dikedepankan. “Pertama, sedapat mungkin selesaikan secara musyawarah, kalau tidak berhasil, kedua menempuh jalur hukum karena cuma lewat hukum itu bisa diselesaikan,” ujar Lukman.

Netizen ikut berkomentar terkait pernyataan Menag Lukman yang sebut belum melihat adanya kriminalisasi ulama. “BUTA MATA DAN HATI.KASIHAN”, tulis netizen bernama Widya Milza, sampaikan komentar pedas.

Komentar serupa juga dilontarkan netizen bernama Ir Sahid-Hidayat Dirjodipoero, “Lawong bpk tdk suka muslim,walaupun sdh didepan mata ya tak tampak,coba yg dikriminalisasi itu cina arogan,atau non muslim,langsung bpk teriak2 biar dianggap pahlawan,apa gk takut mati pak??????”.

Tak cukup sampai disitu, dua netizen berikut terlihat sampaikan sindiran. “Ada ulama dunia Dr .Zakir naik ke indonesia juga nggA kelihatan, pengin dicabut nikmat matanya apa yah”, dituliskan Rudi Zabamuh.

Sedang netizen bernama Djumadi Didi ini menulis, “Menggelikan menteri agama melihat dr Hongkong”.(pkn)

Tidak ada komentar