Nekat Menyusup Ke Mapolda Jateng Bawa Sajam, Pria Ini Diringkus Petugas



MR, pria yang menyusup ke Mapolda Jawa Tengah, mengaku sebagai gelandangan. Ia nekat memanjat pagar Mapolda karena hendak mencari makan.

Selasa dini hari 27 Juni 2017, MR memanjat pagar Polda Jateng yang bermarkas di Kota Semarang. Namun polisi memergoki aksinya dan menangkap MR. Dari dalam tas MR, polisi menemukan dua pisau kecil, paku, dan dua lembar KTP yang tak sesuai jati dirinya.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova mengatakan polisi tengah menginterogasi MR. Pria tersebut mengaku sebagai gelandangan dan hendak mencari makan.

"Ia beberapa tahun jalan kaki ke beberapa kota untuk meminta-minta," kata Djarod di Mapolda Jateng.

MR juga mengaku pernah ditahan Satpol PP di Jakarta. Ia ditahan setelah mengemis dua bulan di Ibu Kota.

Namun polisi tak langsung percara. Pemeriksaan intensif tetap dilakukan.

"Kami amankan (MR), kami kenakan Undang-Undang Darurat karena membawa sajam (senjata tajam)," terang Djarod.

MR mengaku berasal dari Sumber Rejo, Pademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kemunculan MR terjadi dua hari setelah penyerangan kelompok teroris terhadap Mapolda Sumatera Utara.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan penyerangan menjelang salat Idulfitri 1438 Hijriah itu menyasar kepolisian. Lantaran itu, kepolisian di seluruh Indonesia memperketat kewaspadaan.(mtr)

Tidak ada komentar