Pemerintah Jokowi Yakin Masyarakat Tidak Terbebani Dengan Penaikan Tarif Listrik



Pemerintahan Jokowi yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan angat suara terkait kenaikan tarif listrik. Jonan meyakini masyarakat tak akan terbebani penaikan tarif listrik. Jika dirata-ratakan, tarif listrik hanya naik maksimal Rp 70 ribu sebulan.

“Masa kalau kita mampu perlu disubsidi. Kalau pelanggan 900 VA sebelum subsidi dihapus kira-kira bayarnya Rp 80 ribu, sekarang Rp 160 ribu-Rp 170 ribu atau naik Rp 60 ribu-Rp 70 ribu sebulan,” kata Jonan saat ditemui di Kantor Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (P2B) PLN Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6), dilansir Merdeka.

Dia mengakui penaikan tarif listrik hingga Rp 70 ribu memang tak sedikit. Namun, di lain sisi, keputusan itu dinilainya bisa membantu pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi di Tanah Air.

Saat ini, masih ada sekitar 2.500-3 ribu desa yang belum terlistriki. Selain itu, sekitar 10 ribu-11 ribu desa dengan listrik seadanya.

“Jadi itu, pencabutan subsidi untuk mengembangkan daerah itu. Memberatkan nggak?” katanya.

“Kalau iya, masa mampu beli pulsa tiap minggu saja berapa? wong semua punya handphone sekarang.”

Dari 22,3 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 VA, pemerintah memutuskan hanya akan menyalurkan subsidi listrik ke sekitar 19 juta rumah tangga. Sisanya akan mengalami penaikan tarif bertahap setiap 2 bulan.

Dengan kata lain, penaikan dilakukan pada Januari, Maret, dan Mei 2017.(pkn)

Tidak ada komentar