Presiden Erdogan Desak PBB Lindungi Habib Rizieq dan Ulama di Indonesia Ternyata HOAX



Beberapa hari ini beredar berita di situs online Indonesia yang memberitakan Presiden Turki Erdogan dan Habib Rizieq. Diantaranya yang berjudul “PRESIDEN ERDOGAN DESAK PBB LINDUNGI HABIB RIZIEQ DAN ULAMA DI INDONESIA” dan yang sejenisnya.

Berita yang konon katanya dari kantor berita Turki Anadolu Agency ternyata HOAX. Anadolu Agency tidak pernah memberitakan seperti itu.

Hal ini disampaikan seorang wartawan Anadolu Agency Turki yang sudah enam tahun bertugas di Indonesia.

Berikut selengkapnya seperti disampaikan Hilal Gibraltar di fb-nya yang telah bertemu dengan wartawan Anadolu Agency kemaren malam (6/6/2017):

– – – –

Ngopdar Dengan Wartawan Anadolu dan Info Penting Tentang Berita Hoax Mengenai Turki Agency (Hilal Gilbrartar)

Di samping saya ini namanya Adem, pria yang perawakannya lebih mirip orang Jerman ketimbang Turki ini adalah wartawan Anadolu Agency Turki yang sudah enam tahun bertugas di Indonesia. Adem dan pathnernya sudah beberapa hari berkunjung ke Aceh untuk tugas liputan. Kamis ini mereka kembali ke Jakarta.

Alhamdulillah saya dan beberapa rakan berkesempatan Ngopdar bersama Adem dan rekannya, Mahmud. Saya berteman via facebook dengan Adem sejak 22 Juli 2016. Saya add, alhamdulillah Adem confirm.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam lebih malam ini, banyak hal yang menjadi bahan diskusi kami. Seperti biasa, saya lebih banyak menyimak. Dia berbicara bahasa Indonesia dengan lancar. Di antara semua bahan obrolan kami, ada satu hal yang amat penting dan perlu saya sampaikan disini!

Banyak berita hoax yang beredar mengenai Turki dan ini sebenarnya bisa menjadi persoalan serius. Yang paling sering mengangkat berita hoax ini saya lihat sumbernya dari page itu-itu saja, seperti web rakyatsumatra.com yang entah siapa pihak dibelakang websitenya tersebut, bahkan kemudian diangkat lagi oleh page yang mengatasnamakan dirinya page islami, seperti voa Islam dan pernah juga dimuat di panjimas. Jika kita bongkar isi web rakyatsumatra itu, isinya kebanyakan hoax, hoaxnya pun tak tanggung-tanggung, karangan bebas dengan judul yang bombastis.

Adem mengungkapkan, Kemenlu Indonesia pernah menghubungi Kedubes Turki di Indonesia menanyakan kebenaran informasi di web tersebut. Kemudian Kedubes Turki menghubungi Adem selaku Jurnalis Anadolu Agency yang bertugas di Indonesia. Berita hoax seperti itu bisa memperkeruh suasana bahkan menimbulkan kecurigaan dan kesalahpahaman dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Turki.

Kalau berita itu ada, tentu mereka para wartawan Anadolu di Indonesia yang lebih tahu, bahkan tentunya mereka sebagai orang pertama yang mengangkat ke media.

Di web hoax itu, disebutkan sumbernya dari Anadolu Agency tapi nampaknya sengaja ditulis salah “Anaolu Agency”, lha wartawan Anadolu sendiri tidak tahu apa-apa. Maka berhati-hatilah dalam men-share berita dari page abal-abal, cobalah mengecek keabsahan beritanya dari page resmi. Kalau berita Turki bisa cek ke Anadolu Agency, Yeni Safak, DailySabah, TRT Haber, Dll. Jangan sampai kita kena olok-olok sama Bani Sebelah yang berlangganan sama seword.com. 
(pkn)

Tidak ada komentar