Tanda Esok Lebaran : Jika FPI Takbir Keliling, Tandanya Esok Natal : Jika Banser Jaga Gereja



Ada guyonan mencuat, indikasi lebaran esok hari, yaitu saat FPI dan masyarakat menggelar takbir keliling Jakarta. Jadi bukan saat rangginang tersedia di meja ruang tamu.

Sebaliknya, natal esok akan ada, jika Banser mulai ramai-ramai di berbagai gereja.

Lebaran tahun ini menyisakan cerita kerinduan terhadap Habib Rizieq yang masih berada di Arab Saudi. Pasalnya, orang banyak menunggu kehadirannya sekaligus wejangan-wejangannya dalam setiap takbir keliling demi syiar agama.

Adapun kepala polisi Jakarta sudah wanti-wanti supaya tidak digelar takbir keliling. Dia bilang, dari pada takbir keliling, mendingan beli opor ayam. Dia berarti tidak paham adat bahwa setiap rumah jelang lebaran masing-masing masak opor ayam. Jadi buat apa beli? Emang bakso?

Polisi itu harusnya dididik kecakapan dalam ilmu sosiologi, komunikasi massa, agama, budaya dan antropologi. Itu penting supaya tidak asal bunyi.

Jangan hanya ilmu penyidikan dan kepolisian saja yang dikuasai. Sebab polisi yang berhasil, bukanlah diukur dari kemampuannya menakut-nakuti warga, tapi ketika keamanan tercipta oleh warga sendiri akibat polisi yang pintar bermasyarakat dan mengajari warga bagaimana menciptakan rasa aman secara bersama-sama. Sudah bukan zamannya lagi polisi yang berlagak jagoan. Itu hanya akan dibenci masyarakat. Dan bila tiba waktunya pensiun dari polisi, warga jadi ingat saat berdinas seperti apa.

Jadi takbir keliling menyambut lebaran, musti didukung dan dikawal oleh polisi supaya tertib dan meriah. Sebab di situ ada momen bagi warga untuk menghibur diri dan mengaktualisasikan perasaan mereka. Bahkan, takbir keliling telah menjadi penanda budaya massa berbalut religiositas.

Mosok dar dir dor kembang api raksasa di Ancol menyambut tahun baru diizinkan, sedangkan takbir keliling tidak? (nk)

Tidak ada komentar